Untuk sementara, Aruma belum berencana memproduksi gitar rotan ini secara massal.
Ia ingin fokus penuh menjadi musisi selama dua sampai tiga tahun, sebelum kembali mendalami desain produk di jenjang S2.
“Tugas akhir ini nggak berhenti di kampus. Aku pengen gitarku terus hidup di panggung musik, bukan sekadar jadi dokumen akademik,” ungkapnya.
Karya Aruma membuktikan bahwa tugas akhir bukan hanya soal akademik. Ia berhasil menyatukan dunia desain dengan passion bermusiknya, menciptak
an gitar rotan yang bukan hanya inovatif, tapi juga personal.***
Artikel Terkait
Dari Dapur Hajatan ke Bangku ITB: Kisah Inspiratif Naufal, Anak Tukang Masak di Pamanukan
Kuliah Gratis Jurusan Bisnis di IPMI? Cek Beasiswa Girls Fund 2025 untuk Perempuan Inspiratif!
Dari Geologi ITB ke Kantor PBB di Budapest, Ini Perjalanan Karier Inspiratif Eka Nurmuzaki
Kisah Inspiratif Emir, Lulusan UMY yang Berhasil Raih Beasiswa LPDP untuk S2 di Harvard
Kisah Inspiratif Viral Anak Penjual Es Keliling Lolos ITB, Rumah Penuh Piala
5 Ide Tema MPLS 2025 yang Penuh Inspiratif dan Seru untuk Siswa Baru SD, SMP, SMA dan SMK
Kisah Inspiratif: Fatimah Azzahra, Anak Yatim Piatu Lolos FKH UGM Beasiswa 100%
Kisah Inspiratif dan Mengharukan Dea, Anak Nelayan Asal Bali Lolos ITB: Rumah Sederhana Penuh Piala, Semangat Besar Gapai Mimpi
Kisah Inspiratif Putri Pengayuh Becak: Lulus S2 ITB, Jadi Dosen Muda, dan Raih Beasiswa ke Korea
Sosok Humanis Marsma Fajar Adriyanto di Mata Wakasau: Ramah, Ceria, dan Inspiratif