“Mereka (pemerintah Arab Saudi) menyampaikan tahun ini penyelenggaraan haji yang dikelola Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama itu agak buruk,” ujar Dahnil dalam konferensi pers di kantor BP Haji, Jakarta Pusat pada Rabu, 11 Juni 2025 malam.
Dahnil kemudian menjelaskan pemerintah Arab Saudi membatalkannya karena untuk tahun depan, penyelenggaraan haji tidak dilakukan oleh Kementerian Agama.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Pendaftaran Sekolah Kedinasan STIP Jakarta 2025 hingga 20 Juni
“Oleh sebab itu, wacana untuk pemotongan 50 persen itu tidak kami kembangkan karena kami percaya Presiden Prabowo melalui badan yang dibentuk akan berkomitmen melakukan perbaikan,” tandasnya.
Untuk tahun depan, pengelolaan manajemen haji Indonesia buka lagi dari Kementerian Agama melainkan BP Haji.***
Artikel Terkait
Komnas Haji Usulkan Regulasi Jelas untuk Haji Furoda dalam Revisi UU Haji
Satu WNI Meninggal Dunia dan 2 Lainnya Ditangkap di Gurun, Diduga akan Masuk Makkah untuk Haji Ilegal
KIAS Travel Komitmen Layani Perjalanan Umrah dan Haji Secara Professional, Doakan Jemaah Indonesia Menjadi Haji Mabrur
Menelusuri Transformasi Pelaksanaan Haji dari Masa ke Masa
Berangkat Haji Sendirian, Afgan: Modanya Nekat dan Niat!
Isu Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji Indonesia Tahun 2026, BP Haji Ungkap Kronologinya. Singgung Kinerja Kemenag