Ini adalah bentuk nyata dari pelayanan negara untuk kemaslahatan jemaah.
Baca Juga: Kapan Wukuf di Arafah di Haji 2025? Ini Jadwal Puncak Haji dan Rangkaian Kegiatannya
Masa Lalu: Serba Mandiri, Kini Serba Terkelola
Pada masa lalu, setelah wukuf di Arafah, para jemaah harus membereskan kemah dan tikar mereka sendiri lalu berpindah ke Muzdalifah.
Di sana, mereka diwajibkan bermalam hingga lewat tengah malam.
Bahkan, makanan pun harus dicari sendiri.
Di Mina, pada tahun 1948, sempat ada restoran Indonesia yang menjajakan hidangan khas seperti sate Padang dan gado-gado Jakarta.
Sekarang, dengan jumlah jemaah mencapai lebih dari 3 juta orang, keselamatan menjadi prioritas utama.
Jemaah lansia, disabilitas, atau yang memiliki kondisi risiko tinggi tidak perlu lagi berdesak-desakan di Muzdalifah.
Mereka diperbolehkan untuk murur—melewati Muzdalifah tanpa turun dari bus.
Baca Juga: KISAH HAJI 2025 : Levina, Jemaah Haji Termuda Jawa Tengah
Keputusan Berdasarkan Pendekatan Fikih Taysir
Pilihan untuk tidak turun di Muzdalifah ini bukan tanpa dasar.
Para ulama dan pemikir Islam telah merumuskan kebijakan ini berdasarkan fikih taysir, yaitu pendekatan hukum Islam yang mempermudah tanpa mengurangi nilai ibadah.
Maka, jemaah dapat melanjutkan perjalanan langsung ke Mina untuk persiapan melempar jumrah.
Artikel Terkait
INFO HAJI 2025 : Kalau Warga Lokal Membantu Kursi Roda Untuk Jemaah Haji
KISAH HAJI 2025 : Ziarah Cinta Mbah Sumbuk di Usia 109 Tahun
INFO HAJI 2025 : Ini Dia, Layanan Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I dalam Angka
KISAH HAJI 2025 : 20 Tahun Jualan Pisang Goreng, Pasutri Asal Sergai Naik Haji
KISAH HAJI 2025 : Levina, Jemaah Haji Termuda Jawa Tengah
INFO HAJI 2025 : Tujuh Coaster dan Satu Bus antar 162 Jemaah Terpisah Rombongan
INFO HAJI 2025 : PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Patuhi Ketentuan Ihram Saat Tiba di Jeddah
Penyelenggaraan Haji 2025 Diperketat, Kemenag Antisipasi Visa Ilegal
Kapan Wukuf di Arafah di Haji 2025? Ini Jadwal Puncak Haji dan Rangkaian Kegiatannya
Persiapan Puncak Haji 2025: Kemenag Usahakan Pasangan Jemaah yang Terpisah Bisa Berkumpul Kembali di Armuzna