TITIKTEMU.CO - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan wacana penting dalam Rapat Kerja Nasional BP4 tahun 2025.
Ia mengusulkan revisi terhadap UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan menambahkan bab khusus mengenai pelestarian rumah tangga.
Langkah ini dinilai perlu karena semakin tingginya angka perceraian di Indonesia.
Baca Juga: Kesempatan Emas! Beasiswa Inagro Muda 2025 untuk Perempuan SMP-SMA dan Mahasiswa, Daftar Sekarang!
Menurut Menag, peran negara tidak boleh berhenti pada pemberian legalitas pernikahan saja. Lebih dari itu, negara juga harus aktif menjaga keberlangsungan dan keharmonisan rumah tangga masyarakat.
"Sering kali, perceraian justru melahirkan kemiskinan baru. Yang paling terdampak biasanya perempuan dan anak-anak," ujar Nasaruddin.
Ajukan 11 Strategi Mediasi untuk Tekan Angka Perceraian
Sebagai langkah konkret, Menag juga menyampaikan 11 strategi mediasi yang dapat dijalankan oleh BP4 untuk memperkuat ketahanan keluarga:
1. Mediasi bagi pasangan pra-nikah dan usia matang yang belum menikah.
2. Mendorong pasangan muda untuk segera menikah.
3. Bertindak sebagai perantara jodoh atau makcomblang.
4. Mediasi pascaperceraian untuk melindungi anak dari dampak negatif.
5. Menjadi penengah konflik antara menantu dan mertua.
Artikel Terkait
Menag Minta Tingkatkan Intensitas Koordinasi Jelang Operasional Haji
Hari Pers Nasional, Menag: Pers Pencerah Umat Lestarikan Alam untuk Ketahanan Pangan
Menag Nasaruddin Umar Jelaskan Urgensi Niat Puasa: Ramadan, Momentum Memperbaiki Niat dan Memulai Hal Besar
Menag Usul Masjid Buka 24 Jam Sebagai Tempat Istirahat Pemudik Lebaran
Menag Ungkap Libur Lebaran Sekolah 20 Hari, Terhitung dari Tanggal Ini
Lebaran 2025/1446 H Diprediksi Menag Jatuh pada 31 Maret 2025, Ini Jadwal Liburnya!
Jelang Lebaran, Menag Imbau Pejabat Tak Gunakan Fasilitas Negara untuk Kepentingan Pribadi
Rilis e-Book Manasik, Menag: Tak Hanya Bermuatan Fiqih, Tapi Hikmah Haji dan Umrah
ISTIMEWA! Musim Haji Tahun Ini Bertepatan dengan Haji Akbar. Menag: Pahala 70 Kali Lebih Besar dari Haji Biasa
Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Ungkapkan Rasa Duka Mendalam: Jasa dan Persahabatan Beliau Tidak Bisa Kita Lupakan!