TITIKTEMU.CO, Merauke - Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, Pemerintah Pusat melaksanakan kebijakan proyek strategis nasional (PSN) dengan membuka 1 juta hektare sawah baru di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Pencetakan satu juta hektare sawah baru di Merauke akan dilakukan di lima (5) distrik yakni Distrik Ngguti, Kaptel, Tubang, Ilwayab dan Okaba.
Komandan Satgas BKO Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan pencetakan satu juta hektare sawah di Merauke ini murni dilakukan oleh negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
PSN ini dibangun dengan fasilitas infrastruktur pendukung pertanian, seperti jalan usaha tani, jalan penghubung, dermaga pertanian dan saluran irigasi, jalan dan dermaga untuk akses masuk alat-alat pertanian.
"Jalan dan dermaga itu untuk masyarakat, mempermudah akses masyarakat di sana,” ujar Rizal dalam keterangan yang diterima Titiktemu.co.
Baca Juga: Ternyata ini yang Bikin Prabowo Terharu Dengar Pidato Wisudawati Unhan Atambua
Jenderal bintang dua ini menambahkan, PSN Cetak Sawah Satu Juta Hektare di Merauke ini murni bersumber dari negara. Yakni lahan sawah dibuka pemerintah, bibit dan pupuk disediakan pemerintah.
“Nanti masyarakat lokal yang kerja dan hasilnya juga untuk mereka,” terang Mayjen Ahmad Rizal dalam rapat bersama Pimpinan dan Anggota Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS) di Merauke, Kamis (22/08/2024).
Ahmad Rizal melanjutkan, “Tetapi karena pemerintah yang membiayai, maka ada bagi hasilnya yakni 20 persen untuk masyarakat dan 80 persen untuk pemerintah,” sambungnya.
Baca Juga: Karnaval Mobil Hias Ramaikan HUT Kemerdekaan Di Cilacap
Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mempresentasikan kebijakan PSN cetak sawah satu hektar kepada MRPS di Merauke, menyusul adanya sekelompok masyarakat yang melakukan aksi demontrasi damai menolak kegiatan investasi di Kabupaten Merauke.
Mantan Danrem 162/Wira Bhakti ini diundang oleh MRPS untuk memberikan gambaran dan penjelasan program tersebut, karena selama ini pemerintah daerah (kabupaten dan provinsi) belum berkoordinasi atau menjelaskan kepada MRPS selaku lembaga kultur di Papua Selatan.
Artikel Terkait
Ketahanan Pangan, Satgas Pamtas Ajak Warga Sulap Tanah Adat Jadi Lahan Produktif di Perbatasan RI-PNG
DONGENG 'MEMEDI SAWAH' oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Berkomitmen Akan Melanjutkan Pembangunan di Papua, Gibran: Papua Harus Terus Dibangun, Tidak Boleh Ditinggalkan
Prabowo Sudah Mulai Peduli Pertanian Sejak Masih Aktif di TNI
Rekomendasi Tempat Ngopi di Perbatasan Papua, Lengkap dengan Sejarahnya
Mengenal 7 Karakteristik Kopi Nusantara, dari Gayo hingga Papua Wamena
Mentan RI dan Vietnam Sepakat Lakukan Penguatan Kerjasama Pengembangkan Pertanian Padi Lahan Rawa
Perkuat Kerjasama Ekonomi, Prabowo Duduk Bareng Para Pimpinan Perusahaan Besar Prancis