Ternyata ini yang Bikin Prabowo Terharu Dengar Pidato Wisudawati Unhan Atambua

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 10:36 WIB
Martina Mendoza Lopez, seorang wisudawati Politeknik  (Unhan)
Martina Mendoza Lopez, seorang wisudawati Politeknik (Unhan)

TITIKTEMU.CO, Bogor - Pidato kelulusan seorang wisudawati Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat Prabowo terharu. 

Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih menghadiri acara wisuda Universitas Pertahanan yang digelar di Unhan RI, Sentul, Bogor, Sabtu (24/8/2024).

 Baca Juga: UMKM Dapat BLT Rp700 Ribu Masuk Saldo DANA? Begini Cara Daftar dan Syaratnya

Pada kesempatan itu Prabowo menyimak pidato Martina Mendoza Lopez, seorang wisudawati Politeknik "Ben Mboi" yang berasal dari NTT tersebut mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada Prabowo. Prabowo yang menyimak pidato pun nampak terharu.

Prabowo menyimak proses Martina bertahan hidup sebagai anak pertama dari enam bersaudara.

Perempuan berusia 23 tahun ini ialah putri sulung dari ayah bernama Bento Mendoza Lopez yang merupakan seorang petani jagung dan ibu Filomena Rekortesa Lopez yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.

"Ayah saya adalah salah satu dari ratusan ribu warga Timor-Timur yang eksodus ke Indonesia saat referendum Timor-Timur, pada 1999, di mana mereka adalah warga Timur-Timur yang memilih Indonesia menjadi Tanah Air," cerita Martina.

Baca Juga: Timnas Perempuan Gelar TC Di Yogyakarta

Dia mengungkapkan, sekian lama menjadi bagian Indonesia, nasib sebagian besar warga negara Indonesia eks-Timor-Timur di NTT masih jauh dari kata layak dan sejahtera.

Tak hanya faktor ekonomi, keluarga Martina juga mengalami keterbatasan dalam pendidikan dan kesehatan.

"Sebagai anak pertama, saya berusaha membantu ekonomi dalam keluarga. Saya bekerja sebagai seorang penjual gorengan. Kemudian, 5 bulan berikutnya, saya bekerja sebagai pelayan toko grosir untuk membantu orang tua dan membiayai sekolah adik-adik," ungkapnya.

Baca Juga: Warisan Jajanan Nusantara, Kampung Klepon di Sidoarjo Bangkitkan Ekonomi Desa Berkat Binaan BRI

Namun, pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu membuat Martina kehilangan pekerjaan. Tak putus asa, dia melihat peluang untuk menempuh pendidikan dari sebuah informasi mengenai program baesiswa D3 Unhan di Belu.

Lalu, Martina berupaya mendaftarkan diri dan mengikuti berbagai tahap seleksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X