Rekomendasi Tempat Ngopi di Perbatasan Papua, Lengkap dengan Sejarahnya

photo author
Abed Nego Afriadi, TitikTemu.co
- Minggu, 3 Maret 2024 | 15:07 WIB
Rekomendasi Tempat Ngopi di Perbatasan Papua, Lengkap dengan Sejarahnya (Istimewa)
Rekomendasi Tempat Ngopi di Perbatasan Papua, Lengkap dengan Sejarahnya (Istimewa)

TITIKTEMU.CO - Di Kota Merauke, Papua, minuman kopi bukan lagi sekadar minuman sehari-hari.

Belasan tempat ngopi kaum milenial telah berdiri, menawarkan beragam jenis kopi dan metode penyeduhan yang menarik.

Dari kopi luar Papua hingga kopi asli Merauke, semuanya tersedia di kedai-kedai ini.

Kopi-kopi seperti Sota, Jagebob, Muting, Bupul, dan Ulilin menjadi daya tarik utama. Nama-nama kopi tersebut merujuk pada asal daerah atau lokasi tanam kopi di sekitar jalan trans Papua, Meruake-Pegunungan Bintang. Dari Sota hingga Boven Digul, kopi-kopi ini menawarkan cita rasa yang autentik.

Baca Juga: Menikmati Seduhan Kopi Tiga Rasa Cuma Ada Di Kudus

Jejak Sejarah Kopi Merauke

Pohon kopi di daerah ini dulunya tumbuh liar dan tak terurus. Ada yang mengatakan bahwa tanaman kopi di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini merupakan peninggalan Belanda, namun ada juga yang yakin bahwa bibit kopi ini datang bersamaan dengan kedatangan transmigran pada tahun 1995.

Beberapa tahun lalu, kebun kopi ini terbengkalai karena harga kopi tidak menarik. Namun, setelah booming kopi beberapa tahun belakangan, minat orang untuk menikmati kopi lokal dari Merauke pun mulai muncul. Hal ini mendorong pemilik kebun kopi untuk kembali mengurus kebun-kebun kopi mereka.

Dukungan bagi Petani Kopi

Para pengusaha kopi turut membina petani kopi di perbatasan Merauke agar produksi kopi stabil dan dapat dipasarkan ke wilayah lain di Papua maupun luar Papua. Mereka memberikan bimbingan terkait penanaman, perawatan, pemanenan, dan kegiatan pascapanen.

Baca Juga: Ini Resep Es Kopi Susu Gula Aren, Dijamin Nggak Kalah dengan Coffee Shop

Kedai Koplink dan Rumah Kopi D’Waroeng (RKD) adalah dua dari belasan kedai kopi di Kota Merauke yang setia menyajikan kopi-kopi lokal dari Papua Selatan sebagai menu utama. Pemilik kedai memanfaatkan jasa petani kopi di perbatasan negara ini sebagai olahan produksi kopi lokal.

Jasman Tristanto, pemilik Rumah Kopi D’Waroeng (RKD) Merauke, mengakui bahwa kopi-kopi terutama di Muting adalah kopi dari hasil tanam transmigran pada kurun 80--90-an yang datang ke Merauke. Meskipun panenan kopi di Merauke belum terlalu besar, namun Jasman berupaya untuk mendorong petani lokal agar meningkatkan hasil panen mereka.

Mengolah Pascapanen Kopi dengan Metode Baru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X