TITIKTEMU.CO JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berkomitmen mendukung perekonomian beragam Usaha Mikro dan Kecil (UMK) termasuk bidang kuliner.
Salah satu usaha kuliner yang didukung adalah Suhada Food, milik Endan Wildan pria kelahiran Cianjur 1976.
Baca Juga: Sultan Ghozali Raup Miliaran Rupiah dari Jualan Foto Selfi Lewat NFT. Khok bisa ya...
Baca Juga: Tak Hanya Indah dan Asri, 7 Tanaman Hias Ini Ampuh Menyerap Racun di Udara
Suhada Food atau dikenal di sosial media Instagram dengan sebutan @babyfish_cianjur76. Berdiri sejak tahun 2010, Endan melihat terjadi penumpukan baby fish pada petani di Cianjur.
Berawal hanya ingin membantu memasarkan, Endan melihat hal tersebut dapat menjadi peluang untuk dapat memulai bisnis hanya dengan 2 orang karyawan.
Baca Juga: Biar Nggak Salah Pesan, Kenali 7 Menu Kopi yang Biasa Ada di Coffee Shop Ini
“Saya membuka usaha ini awalnya hanya ingin membantu memasarkan ikan petani di Cianjur. Sampai akhirnya saya menemukan ide bahwa baby fish ini dapat menjadi makanan siap saji yang nikmat bagi pecinta kuliner nusantara bahkan dapat di bawa keluar negeri karena diolah agar tidak mudah basi” jelas Endan seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari siaran pers Pertamina, Jumat (14/1).
Kini Endan memiliki 12 orang karyawan yang ia berdayakan dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Produk yang dijual Suhada Food kini baby fish Ikan Mas, Ikan Nila dan Ikan Petek. Harga dari produk yang di jual bervariasi, mulai dari Rp. 25.000 sampai Rp 35.000
Endan melalui Suhada Food terus melakukan ekspansi hingga memiliki reseller di berbagai pulau di Indonesia seperti Sulawesi, Jawa dan Kalimantan.
Baca Juga: Dear Milenial, Ini Beda antara Espresso, Americano, dan Long Black
Bagi para pecinta baby fish kini tidak lagi kesulitan untuk dapat menikmati rasa kuliner nusantara dari makanan siap saji. Omzet Suhada Food terus meningkat hingga mencapai 300 juta perbulan. Namun pada awal tahun 2020 Pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia yang membuat omzetnya turun hingga 40%.
Pandemi COVID-19 bukanlah hal yang mudah untuk dilewati bagi setiap pengusaha, tidak ingin usahanya gulung tikar di masa pandemi, Endan terus melakukan berbagai inovasi seperti melakukan penjualan secara online agar usahanya dapat terus bertahan di masa pandemi.
“Untuk dapat bertahan di masa pandemi seluruh pengusaha harus tetap produktif dan terus berinovasi. Pertamina mengedukasi para mitra binaan untuk bergeser dari penjualan secara konvensional beralih ke penjualan secara daring. Hal tersebut untuk mengantisipasi penambahan pengangguran serta penumpukan produk tanpa pasar" ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan.
Artikel Terkait
Kembali Masuk Daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia, Ini Sosok Bos Pertamina Nicke Widyawati
Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, 80 Warga Diungsikan
Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, Polisi Periksa 5 Saksi
Tak Digunakan Sejak 1984: Bandara Ngloram Blora yang Diresmikan Presiden, Dulu Bandara Milik Pertamina
Kuliner Khas Pati: Warung Semur Kutuk Mbah Gini, Langganan Para Pejabat
7 Kuliner Khas Pati, Rasakan Kelezatannya!
Liburan ke Jogja? Ini 7 Kuliner di Kawasan Malioboro yang Super Duper
Berburu 7 Kuliner Kaliurang, Sisi Lain Jogja yang Layak Dicoba
Angkringan Widoro Klaten: Awalnya Lahan Mangkrak, Sekarang Jadi Tempat Kuliner Kekinian
Dimsum Uma Yumcha, Kuliner Kekinian di Pasar Condronegaran Yogyakarta