Menikmati Salad Jawa di Warung Selat Mbak Lies

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10:27 WIB
Warung Selat Mbak Lies (Instagram @selat.nbaklies)
Warung Selat Mbak Lies (Instagram @selat.nbaklies)

TITIKTEMU.CO, SOLO – Namanya Selat Solo, bukan salad. Inilah salah satu kuliner Solo yang mendapat pengaruh budaya Belanda, hollandsche biefstuk.

Warga Solo sangat familiar dengan menu ini. Jika Anda datang ke Solo, sempatkan untuk menikmati lezatnya selat solo di Warung Selat Mbak Lies ini.

Lokasi di Serengan Gang II/42 Solo, nyempil di antara pemukiman. Tampilan warungnya sederhana, tapi rasa selatnya luar biasa.

Baca Juga: Tempat Nongkrong Asyik di Solo, Padahal Dulunya Lokalisasi

Kenapa selat, bukan salad?

Selat memang adaptasi menu Eropa yang biasa kita kenal dengan nama Salad. Tapi, orang Jawa pasti menyebutnya Selat.

Isian selat seperti mayones, mustard, bistik dalam satu piring diadopsi dari salad dengan cita rasa disesuaikan lidah Jawa. Maka, jadilah selat, bukan salad.

Satu porsi selat Solo tersaji daging bistik, wortel, potongan kentang, irisan telur, buncis, tomat, mentimun, acar, daun selada dan mayones. Lalu disiram kuah coklat encer.

Baca Juga: 7 Kedai Kopi Jalanan di Solo yang Asyik, dari Gerobak sampai Combi

Selat ini rasanya manis gurih. Cita rasanya yang khas membuat selat ini dikenal banyak orang. Banyak wisatawan meluangkan waktu untuk mencicipi menu ini.

Pemiliknya, Wulandari Kusmadyaningrum alias Mbak Lies, membuka usaha ini pada tahun 1986.

 “Saya ini sejak kecil suka selat. Teman-teman SMA yang main ke rumah kerap saya buatkan selat. Lalu mulai buka warung dengan hanya dua meja,” katanya.

Baca Juga: Pingin Bikin Teh Oplos Khas Solo yang Nikmat? Coba Racikan Ini

Saat itu warungnya tidak hanya menjual selat, tapi masakan lainnya, seperti ledre, kolak, setup makaroni, dan lontong opor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X