TITIKTEMU.CO - Di Temanggung, ada sebuah tempat makan yang bukan sekadar menyajikan masakan rumahan, tetapi juga menghadirkan suasana nostalgia yang sulit ditemukan.
Namanya Waroeng Jadoel, berdiri sejak 1800-an, dan hingga kini masih terus menjaga cita rasa serta tradisi kuliner tempo dulu yang hangat dan penuh kenangan.
Temanggung bukan hanya kota dnegan udara sejuk dan hamparan perkebunannya, tapi juga kuliner khasnya yang sarat cerita.
Baca Juga: Pagi di Wonosobo Selalu Punya Pesonanya Sendiri: Kabut, Roti Bakar, dan Secangkir Kopi
Salah satu yang paling menarik ya Waroeng Jadoel ini. Lokasinya di tengah kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman No.102, Jampirejo Tengah.
Dari luar, tempat ini tampak sederhana. Namun begitu melangkah masuk, pengunjung akan langsung disambut suasana yang seolah membawa mereka kembali ke masa lalu.
Pintu berwarna biru, meja kayu panjang, hingga jajaran piring berisi aneka lauk tradisional tersaji di depan mata. Semuanya ditata dengan apik dan tetap mempertahankan gaya aslinya.
Tak heran jika banyak orang menyebut Waroeng Jadoel sebagai penjaga rasa masa kecil, sekaligus tempat nostalgia bagi warga Temanggung.
Baca Juga: 7 Tempat Makan Legendaris di Klaten, dari Soto Hingga Bebek Bacem
Berdiri Sejak Abad ke-19
Keberadaan warung ini bukan sekadar legenda. Berdiri sejak tahun 1800-an, Waroeng Jadoel menjadi salah satu warung tertua di Temanggung, bahkan mungkin di Jawa Tengah.
Sejak masa penjajahan Belanda, tempat ini sudah menjadi tujuan masyarakat sekitar untuk sekadar mengisi perut atau menikmati seduhan kopi panas.
Kini, warung tersebut dikelola Yulianto Murtono, generasi keempat dari keluarga pendiri. Dia melanjutkan ibunya, Siti Sukastiyah, yang juga mewarisi resep turun-temurun dari sang nenek buyut, Dulah Rujini.
Meski berusia dua abad, rasa masakan di Waroeng Jadoel disebut tidak berubah sama sekali, sama seperti racikan asli. Konsistensi rasa inilah yang membuat Waroeng Jadoel terus didatangi pembeli.
Artikel Terkait
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
Daerah Terbaik Slow Living di Jawa Tengah, Solo, Salatiga, Magelang atau Purwokerto?
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya
Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Slow Living: Hidup di Desa itu Indah, Tapi Tidak Selalu Mudah
Tak Ada Kehidupan Setelah Isya di Purworejo: Kota yang Mengajarkan Slow Living yang Sebenarnya
Slow Living di Kedu: Bukan Hanya Melambatkan Langkah, Tapi Juga Menata Ulang Ritme Hidup