TITIKTEMU.CO JAKARTA - Konsumsi gula berlebih, baik dari makanan atau minuman berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Penginapan di Hotel Malang Terbaik dan Terunik Untuk Menginap !
Baca Juga: 7 Tempat Makan Enak di Malang, Nomor 3 Legendaris
Menurutnya dalam kurun waktu lima tahun saja, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di indonesia.
Berdasarkan data tahun 2013 menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 1,5 permil meningkat pada tahun 2018 menjadi 2 permil. Demikian juga gagal ginjal kronis dari 2 permil menjadi 3,8 permil, sementara stroke meningkat dari 7 permil menjadi 10,9 permil.
Baca Juga: Siap-siap! Nicky Astria Konser 8 Oktober di Balai Sarbini, Segini Harga Tiketnya
“Tentunya ini akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia. Terlebih lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular,” jelas dr. Maxi.
Data kemenkes juga menunjukkan bahwa 28,7% masyarakat indonesia mengkonsumsi Gula Garam Lemak (GGL) melebih batas yang dianjurkan. Dimana batasan konsumsi GGL sudah diatur dalam Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes 63/2015.
Sementara sebanyak 61,27% penduduk usia 3 tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari, dan 30,22% orang mengonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali per minggu. Sementara hanya 8,51% orang mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan (Riskesdas, 2018).
Baca Juga: Recommended! 7 Staycation Hotel Bandung Ini Patut Dikunjungi
Patut menjadi perhatian, lanjut dr Maxi adalah peningkatan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda yang meningkat 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Data tahun 2015 menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 8,6% pada 2006 menjadi 15,4% pada 2016.
Sementara prevalensi obesitas pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 2,8% pada 2006 menjadi 6,1% pada 2016.
Artikel Terkait
Cespleng! Resep Herbal Atasi Tekanan darah Tinggi Menurut dr Zaidul Akbar
Cacar Monyet Masuk Indonesia, Begini Cara Penularan dan Upaya Pencegahannya
Menkes : Tidak seperti Covid-19, Vaksinasi Cacar Monyet di Indonesia Tak Diberikan Menyeluruh
Penderita Diabetes Pantang Komsumsi Buah Pepaya. Mitos kah?
5 Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil, Bisa Cegah Bayi Lahir Cacat
Punya Masalah Psikologis? Konsultasi Gih! IPK Indonesia Sediakan Telekonseling Gratis bagi 1000 Klien
Indonesia Usulkan Ikut Uji Klinis Vaksin TBC kepada Bill & Melinda Gates Foundation
Tiga Ramuan Herbal Untuk Turunkan Lemak Darah. Salah Satunya Banyak Ditemukan di Solo dan Jogja