Dokter Mochamad Abdul Hakam : Hepatitis Akut Tak Berhubungan Dengan Vaksin Covid-19

photo author
Chambali, TitikTemu.co
- Jumat, 13 Mei 2022 | 20:08 WIB
Dokter Mochamad Abdul Hakam SpPD  (pic. jatengprov.go.id)
Dokter Mochamad Abdul Hakam SpPD (pic. jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, SEMARANG – Dokter Mochamad Abdul Hakam SpPD asal Kota Semarang, menyatakan hepatitis akut tidak ada hubungannya dengan vaksin Covid-19. Dengan demikian, beredarnya info yang menyatakan hepatitis akut akibat vaksin Covid-19, itu tidak benar.

“Yang disampaikan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab, bahwa (hepatitis akut) ini disebabkan karena vaksin Astrazeneca itu sama sekali tidak benar,” kata Hakam, ditemui di ruang kerjanya di Semarang, Jumat (13/5/) sore sebagaimana dilansir dari laman jatengprov.go.id.

Baca Juga: Kasad Tinjau Latihan Penembakan Armed di Sukabumi

Hakam menjelaskan, vaksin Astrazeneca tidak digunakan untuk anak-anak di bawah 18 tahun. Reagen yang di dalam Astrazeneca juga adenovirusnya, lain dengan penyebab hepatitis akut. 

Tidak hanya itu, dalam Astrazeneca tipenya adalah cadok sehingga adenovirusnya sudah dilakukan modifikasi di dalam replikasinya. Dengan begitu, tidak akan terjadi perkembangbiakan dari adenovirus. Sedangkan, hepatitis akut ini adalah subtipe 41.

“Subtipenya berbeda. Kalau di Astrazenica itu cadok. Di hepatitis akut misterius ini tipenya 41. Jadi sudah bisa disangkal (tidak ada kaitannya Covid-19),” tegasnya.

Baca Juga: Saat 11 Napi Bandar Narkoba Lapas Semarang Dipindahkan ke Nusakambangan...

Hakam menuturkan, cara penyebaran hepatitis akut ini melalui pencernaan, seperti dari makan dan minum. Bila Hepatitis A, B, C, D dan E untuk penyebarannya biasanya melalui fecal oral, tapi untuk hepatitis virus akut ini tidak hanya dari sistem pencernaan fecal oral, tapi juga dari udara.

“Karena memang dia koinfeksi (infeksi simultan oleh dua virus) dengan Covid-19. Jadi ada dua kemungkinan. Ini juga masih beredar di beberapa jurnal di luar negeri,” terangnya.

Untuk pencegahaannya, Hakam meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, dari cuci tangan sebelum makan dan minum, dan memakai masker.

Baca Juga: Santap Siang di Capitol Hill, Jokowi Sampaikan Pentingnya Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan

Bila batuk atau bersin, maka harus menutupnya dan tetap pakai masker. Kemudian, tidak boleh bergantian memakai alat makan, terutama pada anak. Selain juga, harus membuang sampah popok bekas anak balita pada tempatnya, syukur-syukur sampah popok itu dibungkus kantong plastik lebih dulu.

“Kalau ini bisa dilakukan, Insyaallah akan bisa mencegah. (Hepatitis akut) menjauh dari anak kita di Jawa Tengah,” sambungnya.

Hakam menambahkan, hepatitis akut ini di beberapa negara, termasuk di Inggris, dan yang dilaporkan di Indonesia, menyerang anak mulai dari usia 1 bulan hingga 16 tahun, terutama anak-anak yang memilki imunitas rendah. Seperti, anak-anak yang lahir dengan berat badannya rendah, atau yang mempunyai penyakit autoimun. Mereka rentan sekali terinfeksi virus, termasuk hepatitis akut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Chambali

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X