Cuci Tangan Pakai Sabun, Perilaku Sederhana Ciptakan Generasi Sehat

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:10 WIB
Cuci Tangan Pakai Sabun, Perilaku Sederhana Ciptakan Generasi Sehat (Foto: Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro ) (Tangkap Layar Youtube)
Cuci Tangan Pakai Sabun, Perilaku Sederhana Ciptakan Generasi Sehat (Foto: Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro ) (Tangkap Layar Youtube)

“Terbukti, cuci tangan pakai sabun terkesan remeh, tapi ternyata sangat penting dan kontribusinya signifikan dalam mengantar kita ke situasi yang lebih kondusif ini,” tegas Dokter Reisa.

Baca Juga: Siap-siap Piknik, Kuy! Ini 10 Destinasi Wisata Jogja Paling Baru

Selain itu, cuci tangan pakai sabun juga berdampak pada penurunan penyakit diare hingga 30% dan penyakit saluran pernafasan pada anak atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) hingga 20%. Kedua penyakit tersebut adalah penyebab utama kematian balita di Indonesia.

“Kementerian Kesehatan menyerukan agar semua orang, di manapun, harus melakukan praktik CTPS. Mari tingkatkan praktik cuci tangan kita sampai dengan 100%, karena ini adalah cara termudah, termurah, dan tercepat membunuh virus dan kuman lainnya di tangan kita,” ujar Reisa.

Ia menyatakan, belum semua rumah di Indonesia memiliki fasilitas cuci tangan, seperti ditunjukkan oleh data BPS 2020, di Indonesia 1 dari 4 orang tidak memiliki fasilitas tersebut di rumahnya.

Baca Juga: Mabes TNI Buka Pendaftaraan Perwira Karier Lulusan D4 dan S1 Berbagai Jurusan Lho! Ini Syarat Lengkapnya...

Pandemi, ujar Reisa, mengajarkan bahwa ruang-ruang publik harus menyediakan fasilitas cuci tangan yang dapat digunakan masyarakat.

Guna meningkatkan ketersediaan fasilitas tersebut, kemitraan swasta dan pemerintah mengumumkan, sebanyak 15.000 sekolah akan menerima perlengkapan untuk sekolah aman Covid-19, seperti sabun batang dan cari, cairan pembersih tangan, dan cairan disinfektan. Sekolah-sekolah penerima meliputi SD, SMP dan madrasah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Akses ke air bersih, sanitasi dan kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari lingkungan sekolah yang aman, bersih, dan sehat. Bahkan, menurut Reisa , pemerintah mewajibkan ketersediaan sarana cuci tangan, sanitasi air dan kebersihan sebagai syarat sekolah dibuka kembali.

Baca Juga: Jam 5 Sore ini Wapres Tutup PON Papua, Selain di TV Nasional Closing Ceremony Juga Live di YouTube & Facebook

“Sekolah yang aman Covid-19 termasuk dengan tersedianya fasilitas cuci tangan pakai sabun, hanya akan menambah kepercayaan diri orang tua untuk mengizinkan anak-anak mereka kembali ke sekolah,” tutur Reisa.

Terkait hal terebut, ia menjelaskan, telah dilakukan survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan UNICEF pada 10-14 September 2021 di 34 provinsi di tanah air, yang mengumpulkan tanggapan dari 1.200 orang tua dan wali murid anak prasekolah, taman kanak-kanak, SD, SMP dan SMA.

Hasil survey menunjukkan, sebagaian besar orang tua anak-anak di berbagai tingkat pendidikan percaya, bahwa sekolah sudah cukup siap melanjutkan pembelajaran tatap muka, dan akan mengizinkan anak-anak mereka kembali ke sekolah. “Hal ini adalah perkembangan bagus sebagai hasil kerja keras kita bersama,” kata Reisa.

Baca Juga: NOAH, Artis-artis Ibukota dan Papua Meriahkan Closing Seremony PON XX 2021 Papua. Saksikan live-nya di TV

Ia menekankan, dengan adanya langkah-langkah mitigasi risiko Covid-19, seperti masker, saluran udara yang memadai di kelas, sistem hadir 50%, juga tersedianya tempat cuci tangan pakai sabun, maka sekolah dapat menjadi lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: KPCPEN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X