TITKKTEMU.CO SEMARANG – Dua tahun lalu Kota Semarang ditetapkan sebagai kota sehat oleh pemerintah pusat dengan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara.
Predikat tersebut didapat setelah Kota Semarang berhasil mewujudkan 6 tatanan dalam penataan kota, yaitu kawasan wisata yang sehat, permukiman yang sehat, ketahanan pangan dan gizi, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, masyarakat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.
Tak hanya berbuah predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara, diwujudkannya 6 tatanan tersebut juga berdampak pada peningkatan tajam Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kota Semarang.
Baca Juga: Angka Covid-19 Turun, Denmark Dukung Pemkot Semarang Kerja Sama Energi dan Lingkungan
Baca Juga: Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Rampung Dibangun Akhir Tahun Ini
Tahun-tahun sebelumnya peningkatan AHH Kota Semarang hanya meningkat 0,01 hingga 0,02 tahun, namun pada tahun 2019 ke 2020 terjadi peningkatan AHH hingga hampir 5 kali lipat.
Jika pada tahun 2019 AHH Kota Semarang adalah 77,25 tahun, AHH Kota Semarang di tahun 2020 naik 77,34 tahun.
“Prinsipnya kita berupaya meningkatkan kualitas hidup dengan meringankan beban hidup masyarakat dari lahir hingga meninggal. Pemerintah hadir pada setiap keperluan masyarakat untuk memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Di Kota Semarang berobat gratis, sekolah negeri gratis, 80 sekolah swasta juga gratis, kredit usaha murah hanya 3% per tahun, dan seterusnya," terang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Baca Juga: Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa di Kota Semarang
Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang saat menerima tim penilai Kota Sehat tahun 2021 di Situation Room Balaikota Semarang, Jumat (24/9).
Hendi optimisi Kota Semarang dapat mempertahankan predikat tertinggi Kota Sehat Swasti Saba Wistara pada tahun ini.
"Dalam peningkatan lingkungan permukiman juga kami terus menekan luasan kawasan kumuh di Kota Semarang, dari yang semula 215 hektar di 2014, menjadi 95,08 hektar di 2020. Upaya itu antara lain dilakukan dengan menjalankan program Kampung Tematik, peningkatan layanan air bersih, hingga membentuk 111 kelompok pegiat urban farming," tutur Hendi sapaan akrabnya.
Baca Juga: Semarang Jadi Trending Topic, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Penghijauan
Di sisi lain terkait pandemi covid-19, Hendi juga memaparkan sejumlah upaya yang dilakukan oleh Kota Semarang dalam melakukan percepatan penanganan. Salah satunya dengan mendorong kepedulian dan gotong royong masyarakat melalui program Kampung Siaga Candi Hebat.
Artikel Terkait
Seleksi Calon ASN Pemkot Semarang di 4 Lokasi Diminta Tertib Prokes
Semarang Smart City Sudah Dirintis Sejak 2013, Bukan Belakangan Ini
Makin Aman Makin Smart, Ronda Online Lewat Puluhan Ribu CCTV di Kota Semarang
Gandeng Dinkes Lapas Semarang Lakukan Tes HIV untuk Para Napi, Hasilnya?
Satlantas Polrestabes Semarang Gelar Baksos dan Vaksinasi di 2 Kecamatan