kesehatan

Wahai Perokok, Pahami Ya ini Perbedaan TAR dan Nikotin!

Jumat, 30 September 2022 | 18:27 WIB
ilustrasi. (pic. gebrak)

TITIKTEMU.CO - Semua orang berhak mendapatkan informasi yang akurat untuk mengambil keputusan yang tepat, termasuk para perokok di Indonesia!

Para perokok berhak mendapatkan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai seluk beluk terkait kandungan zat di dalam produk rokok. Selama ini para perokok belum semuanya tahu  perbedaan antara nikotin dan TAR.

Baca Juga: Gerah Dituduh Bagi-bagi Uang, Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti: Berhentikan Fadel Muhammad!

Baca Juga: Fantastis! Ini Dia Sumber Kekayaan Lesti Kejora. Woow! Sekali Mentas Dibayar Ratusan Juta Rupiah!

Dilansir TITIKTEMU.CO dari fanpage Gerakan Bebas TAR dan AsapRokok Nikotin adalah zat kimia yang terkandung secara alami pada tembakau. Meskipun dapat mengakibatkan ketergantungan, zat kimia ini tidak bersifat karsinogenik dan bukan penyebab utama penyakit terkait kebiasaan merokok.

Nikotin tidak hanya terkandung di tembakau, tetapi juga di tanaman terong, tomat, kembang kol, dan kentang.

Baca Juga: FIX! Sambo tak lagi jadi bagian institusi Polri

Sedangkan, TAR adalah zat kimia berbahaya bersifat karsinogenik yang dapat ditemukan dalam asap hasil pembakaran rokok.

Selain dapat menyebabkan kanker, paparan TAR dalam asap rokok juga dapat meningkatkan risiko untuk mengidap berbagai penyakit berbahaya.

TAR juga dapat menempel di tubuh, rambut, pakaian, dan benda-benda lainnya bersama dengan residu asap rokok.

Baca Juga: Wine Coffee atawa Kopi Wine Halal Dikonsumsi? Simak Penjelesan Rinci LPPOM MUI

Jadi, tidak hanya berbahaya bagi perokok dan orang-orang di sekitarnya saat asap rokok terhirup, TAR juga tetap berbahaya bahkan setelah seseorang selesai merokok.

Para perokok juga perlu paham apa perbedaan asap yang dihasilkan rokok dengan uap yang dihasilkan oleh produk tembakau?

Asap rokok dihasilkan dari proses pembakaran rokok dengan suhu lebih dari 600 derajat celcius. Asap ini mengandung TAR yang bersifat karsinogenik dan dapat memicu berbagai penyakit berbahaya terkait kebiasaan merokok.

Halaman:

Tags

Terkini