Penderita penyakit ginjal kronis termasuk kelompok yang tidak dianjurkan puasa, terutama jika harus menjalani cuci darah secara rutin.
Puasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi berat, penurunan fungsi ginjal, gangguan keseimbangan elektrolit, dan risiko pembekuan darah.
Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsinya. Kekurangan cairan dalam waktu lama dapat memperparah kerusakan ginjal.
Baca Juga: Jangan Panik Dulu: Puasa Qadha di Akhir Syaban Itu Boleh, Tapi Ada Syaratnya
3. Diabetes yang Tidak Terkontrol
Penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1 atau diabetes yang tidak terkontrol, juga termasuk dalam kelompok yang tidak dianjurkan berpuasa.
Puasa dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang berbahaya, seperti hipoglikemia (gula darah terlalu rendah), hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), dehidrasi, dan kelelahan ekstrem.
4. Migrain atau Vertigo Berat
Migrain dan vertigo bisa menjadi lebih parah saat puasa, terutama akibat dehidrasi, kurang tidur, atau keterlambatan makan.
Gejala yang bisa muncul antara lain sakit kepala berat, pusing berputar, mual, dan gangguan keseimbangan. Jika migrain tidak dapat dikendalikan tanpa obat rutin atau makan teratur, sebaiknya tidak memaksakan puasa.
Baca Juga: Jangan Terlewat! Ini Batas Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadhan 2026 Lengkap dengan Panduannya
5. Gangguan Pernapasan Akut
Penderita gangguan pernapasan akut seperti asma berat atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) juga perlu berhati-hati.
Beberapa pasien membutuhkan obat secara teratur untuk menjaga fungsi pernapasan. Menunda pengobatan dapat menyebabkan sesak napas, serangan asma, penurunan oksigen dalam tubuh.
6. Pasien Transfusi atau Perawatan Intensif