Riset tahun 2020 juga membuktikan tidak ada kaitan antara pola makan tinggi protein dengan angka kematian akibat penyakit jantung.
Bahkan, analisis pada 2023 menegaskan bahwa risiko stroke maupun kematian kardiovaskular juga tidak meningkat.
Untuk tulang? Justru sebaliknya.
Asupan protein yang lebih tinggi ternyata berhubungan dengan tulang yang lebih kuat dan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah.
Singkatnya: tidak.
Selama tidak ada kondisi medis khusus, konsumsi protein yang lebih tinggi umumnya aman dan malah bermanfaat.
Namun, setiap tubuh punya kebutuhan berbeda. Karena itu, konsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan sangat dianjurkan sebelum memutuskan menjalani pola makan tinggi protein.
Tujuannya sederhana: agar asupan tetap seimbang dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.***