- Menunjukkan perubahan suasana hati yang ekstrem, tiba-tiba berubah dari sangat sedih menjadi sangat tenang atau senang.
- Membuat rencana atau mencari cara untuk bunuh diri, seperti mencari metode mematikan secara daring, menimbun pil, atau membeli senjata api.
- Berbicara tentang perasaan bersalah atau malu yang besar.
Menunjukkan kemarahan atau berbicara tentang mencari balas dendam.
Bagaimana upaya perawatan dan terapi terhadap bunuh diri?
Perawatan dan terapi dapat membantu seseorang yang berisiko bunuh diri.
Pertama, menggunakan terapi perilaku kognitif. Terapi ini merupakan jenis psikotropika yang dapat membantu seseorang belajar mengenali pola pikir, dan mempertimbangkan tindakan alternatif saat pikiran bunuh diri muncul di dalam benak mereka.
Kedua, terapi perilaku dialektika. Terapi perilaku dialektis ini dapat membantu seseorang mengenali kapan perasaan atau Tindakan mereka mengganggu atau tidak sehat.
Seorang terapis dialektis akan mengajarkan keterampilan yang dapat membantu mereka mengatasi situasi buruk dengan cara yang efektif.
Ketiga, adalah strategi perawatan kolaboratif. Perawatan kolaboratif ini merupakan pendekatan berbasis tim untuk perawatan Kesehatan mental.
Perawatan kesehatan ini menyediakan layanan kesehatan mental untuk mengembangkan rencana perawatan terhadap seorang yang berisiko bunuh diri.
Selain itu, perawatan kolaboratif menjadi cara yang efektif untuk mengobati depresi dan mengurangi pikiran untuk bunuh diri.***
Disclaimer: Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.***