TITIKTEMU.CO. Penyakit infeksi gigi dan mulut menduduki peringkat pertama dari sepuluh kelompok penyakit terbanyak yang menjadi keluhan masyarakat. Penyebab utamanya ialah bakteri. Pengobatan secara sistemik dengan antibiotik dapat membunuh bakteri penyebab infeksi dan penyakit gigi dan mulut. Hal tersebutlah yang menginspirasi peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) untuk membuat sebuah produk, yaitu Dento-ßilaser.
Produk ini perpaduan antara Dentolaser Antimikroba dan Dentolaser Fotobiomodulasi dan berguna untuk akselerator penyembuhan Penyakit Gigi dan Mulut. Invensi tersebut merupakan karya dari peneliti UNAIR Prof Dr Suryani Dyah Astuti MSi, Prof Dr Ernie Maduratna Setiawatie drg, dan Deny Arifianto ST MT.
“ Produk dengan inovasi dual laser probe ini penting. Pasalnya komplemen dua laser dapat berguna untuk pengobatan penyakit infeksi bakteri, luka, dan mempercepat proses penyembuhan,” ungkap Prof Suryani kepada UNAIR NEWS.
Baca Juga: Ayah Dan Bunda Wajib Tau, Begini Fase Tumbuh Gigi Pada Bayi
Prof Suryani pun menjelaskan bahwa Dento-ßilaser merupakan produk baru berbasis fotonik non-invasif dengan bahan baku lokal. Selain itu, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 70 persen. Selain itu, dengan biaya operasional yang lebih murah biaya pengobatan melalui produk tersebut pun akan lebih terjangkau.
Produk Dento-ßilaser tersebut pun dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit gigi dan mulut. Di antaranya, periodontitis, karies gigi, dan Infeksi saluran akar atau endodontis. Tidak hanya itu, manfaat lain pun dapat terasa seperti mempercepat penyembuhan usai ekstraksi gigi dan operasi, terapi akupunktur, hingga menyembuhkan infeksi pada kulit.
“Dentolaser FBM ini dapat dimanfaatkan dan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi alat kesehatan yang diproduksi secara massal. Hal itu untuk membantu mempercepat penyembuhan penyakit usai ekstraksi gigi, operasi periodontal juga terapi akupunktur dan fisioterapi,” tambahnya.
Produk memiliki keunggulan tersendiri. Seperti sederhana dalam pemakaian, portable, non-invasif, mampu mempercepat proses penyembuhan luka, hingga laser dalam produk dengan pengaturan baik sehingga tidak menyebabkan rasa sakit bagi pasien.
Baca Juga: Malu Gigi Kamu Kuning? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya...
“Produk ini penting diperlukan karena belum optimalnya metode sistemik dengan antibiotik dan bahan kimia antimikroba untuk terapi infeksi oleh mikroba,” papar Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR tersebut.
Ke depan ia berharap produk yang dihasilkan ini dapat membantu dan menjadi solusi untuk permasalahan selama ini. Selain itu, dengan harga yang lebih kompetitif, semoga masyarakat dapat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan Kesehatan.
Artikel Terkait
Wow, Survei Menyebutkan Kebiasaan Gosok Gigi Menurun Saat Pandemi COVID-19!
12 September adalah Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?
278 Tim Robot Unjuk Gigi di Ajang Kontes Robot Indonersia KRI Tingkat Wilayah 2021
Ayah Dan Bunda Wajib Tau, Begini Fase Tumbuh Gigi Pada Bayi