TITIKTEMU.CO, Para penderita obesitas saat sedang berpuasa seringkali terlihat lemas dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Namun, ini sebenarnya dapat diatasi dengan persiapan makan yang cukup saat sahur dan diiringi aktivitas fisik pada siang hari, sehingga seseorang penderita obesitas punya daya tahan tubuh yang lebih baik selama menjalankan puasa.
“Untuk para penderita obesitas, puasa adalah momen yang baik untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup, bonusnya juga berat badan turun,” kata Pakar Gizi Universitas Padjadjaran Dr. dr. Gaga Irawan Nugraha, M.Gizi, Sp.GK. seperti dikutip dari Laman Unpad.
Gaga menjelaskan, setelah makan sahur kadar glukosa dalam darah akan terus menurun sehingga tubuh akan mencari sumber cadangan energi lain yakni glikogen. Glikogen merupakan simpanan karbohidrat dalam otot dan hati yang dapat dipecah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis. Sayangnya, proses tersebut tidak berlangsung lama karena nyatanya kadar glikogen dalam tubuh cukup rendah. Oleh karena itu, setelah jam 12 siang tubuh akan mencari sumber energi lain yaitu lemak.
Baca Juga: Tips Makan Sahur Agar Tetap Sehat dan Bugar Sepanjang Hari
Lemak dapat dipecah menjadi glukosa dan asam lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai suplai energi untuk otak dan otot. Seseorang yang terlalu lama tidur di siang hari akan memperlambat berlangsungnya proses glukoneogenesis.
Ia menyarankan untuk tetap beraktivitas ringan pada siang hari agar merangsang tubuh untuk terus melakukan pembentukan gula darah yang berasal dari lemak.
Gaga juga memberikan kiat-kiat dalam berpuasa khususnya bagi penderita obesitas.
Pada saat makan sahur, ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan zat gizi yang tinggi agar pembentukan cadangan glikogen terpenuhi dan daya tahan tubuh meningkat.
Pastikan juga makanan yang dikonsumsi mengandung sumber karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral. Selain itu, Gaga juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan berair seperti jeruk, apel, pir, dan melon, ataupun kurma dan madu yang kaya akan fruktosa sebagai sumber pembentukan glikogen.
Baca Juga: Penderita Diabetes Bisa Berpuasa Asal Tahu Batasnya, Ini Puasa Amannya
“Dan tentu saja jangan lupa minum (yang) cukup. Saya menyarankan untuk minum 3-4 gelas saat sahur,” kata Gaga.
Sama halnya ketika berbuka, Gaga menganjurkan bagi para penderita obesitas agar berbuka dengan buah terlebih dahulu. Buah berair yang manis mengandung kadar glukosa dan sukrosa yang rendah sehingga kadar gula darah akan naik secara perlahan.
Sebaliknya, jika mengonsumsi makanan dengan kadar glukosa dan sukrosa yang tinggi, kadar gula darah akan naik dengan cepat sehingga tubuh merespon untuk melakukan pembentukan glikogen atau lemak melalui glukosa.
“Bagi orang-orang yang obesitas, setelah makan nasi tidak usah lagi makan yang lain kecuali minum teh tawar atau air bening,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, terdapat perubahan sistem metabolisme pada puasa minggu ke-1 dan ke-2 dengan minggu ke-3 dan ke-4. Pada dua minggu pertama mungkin akan terasa berat. Akan tetapi pada dua minggu setelahnya tubuh akan beradaptasi untuk menggunakan benda keton sebagai sumber energi.
Artikel Terkait
Penderita Diabetes Bisa Berpuasa Asal Tahu Batasnya, Ini Puasa Amannya
Ini Dia Cara Tetap Sehat Dan Bugar Selama Sebulan Penuh Puasa
Sahur Sehat: 5 Jenis Makanan yang Baik untuk Dikonsumsi Saat Sahur