TITIKTEMU.CO KUDUS - Guna memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah berlangsung aman, Pemerintah Kabupaten Kudus gencar melaksanakan tes PCR.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Hartopo saat meninjau testing di SD 1 Temulus Kudus, Jum'at (14/1). Rencananya, testing dilakukan di semua sekolah mulai jenjang SD sampai dengan SMA sederajat.
Baca Juga: Waspada! Kasus Omicron di Indonesia Tembus 572
Baca Juga: 7 Orang Positif Covid di Kota Semarang, Pemkot Kirim Sample WGS Guna Pastikan Omicron atau Bukan
Meskipun saat ini kasus aktif Covid-19 di Kudus landai, testing akan dilakukan setiap hari. Sehingga, potensi adanya kasus dapat dideteksi sejak dini. Pihaknya menyampaikan tes PCR dilakukan kepada 10 persen jumlah sasaran di satu sekolah. Ditargetkan, per hari dilakukan 150 sampai dengan 200 tes.
"Testing dilakukan untuk antisipasi, jangan sampai kasus Covid-19 di Kudus yang sudah landai ada satu OTG yang tidak terdeteksi lalu terjadi klaster," papar Hartopo seperti ditulis laman Pemkab Kudus.
Baca Juga: Covid 19 Varian Omicron Capai 506 Kasus, Masyarakat Harus Siap Hadapi Lonjakan Gelombang Ketiga
Apabila ada kasus positif di sekolah, maka pihaknya akan segera menindaklanjuti. Orang yang terkonfirmasi positif akan dikarantina dan dilakukan tracing. Oleh karena itu, sekolah perlu menyiapkan ruang karantina khusus apabila ditemukan siswa atau guru yang tertular Covid-19.
"Kalau ada yang konfirmasi positif ya harus dikarantina dan dilakukan tracing," ucapnya.
Hartopo juga sempat menyemangati siswa yang melakukan tes PCR. Pihaknya meyakinkan bahwa adanya tes untuk menjaga PTM tetap kondusif. Dalam kesempatan tersebut, bupati menyerahkan 100 buah hand sanitizer. Pihaknya mendorong agar hand sanitizer dapat dimanfaatkan dengan baik untuk pencegahan Covid-19.
Baca Juga: Antisipasi Omicron, Peserta Karantina Covid 19 Wajib Gunakan Aplikasi PRESISI
"Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya," jelasnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Kesehatan Kudus dr. Andini Aridewi menyampaikan tes PCR di SD 1 Temulus dilakukan untuk 20 siswa dan 15 guru. Data tersebut merujuk pada 10 persen dari jumlah seluruh sasaran. Selama 3 hari, Dinas Kesehatan Kudus bersama puskesmas setempat telah melaksanakan tes PCR di 20 sekolah.
"Kami bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk melakukan tes PCR ke sekolah. Kami pakai PCR biar lebih sensitif dan tidak dua kali kerja," terangnya.
Artikel Terkait
Indonesia Telah Melampaui Target Vaksinasi 280 Juta Dosis Sampai Akhir Tahun 2021
Semarakkan HUT ke-16, Bakamla RI Salurkan Bansos Korban Erupsi Semeru dan Gelar Vaksinasi
Di Grobogan, Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Renovasi SDN 3 Nglinduk Gabus
Vaksinasi Covid 19 Booster Gratis Dimulai Besok. Jokowi : Keselamatan Rakyat yang Utama
Vaksinasi Booster Gratis, Begini Kriteria dan Cara Mengeceknya
Target 1000 Anak Perhari , BIN Jateng Gencarkan Vaksinasi Anak
Dinkes Kota Semarang Buka Pendaftaran Vaksinasi Booster, Simak Cara Daftarnya!
Pantau Vaksinasi Anak di SD Cebongan 03 Salatiga, Wali Kota Yuliyanto: Peran Orang Tua Dibutuhkan!
Kemenkes: Vaksinasi Booster Tidak Wajib!
Di Boyolali Angka Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Capai 92 Persen