Sebagai kado ulang tahun ke-265 kota Jogja juga diluncurkan city branding kota Jogja, YK City of Media Art sebagai langkah promosi ke dunia internasional.
Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan makna Semar Boyong yang diangkat menjadi tema WJNC kali ini.
"Tema ini menceritakan tentang Poncowati yang terkena pagebluk, lalu bisa terhindar karena Kembang Wijaya Kusumo dan Cangkok Wijaya Mulyo pulih kembali di tangan Semar," jelas Haryadi.
Haryadi menambahkan kisah ini diambil sebagai bentuk upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat kota Yogya untuk setahap demi setahap memperbaiki keadaan akibat pandemi yang telah berlangsung hampir 2 tahun.
Walikota pun mengucap rasa syukurnya karena pencapaian target ini tersebut juga menjadi kado yang istimewa bagi Kota Jogja di usianya yang ke-265 tahun.
"Cakupan vaksinasi yang optimal ini, kami harapkan dapat menjadi modal untuk menyambut bangkitnya kembali aktivitas bidang ekonomi dan pariwisata di kota Yogya," ujarnya.
Baca Juga: Beranikan Diri Terjun ke Dunia Film, Ini Dia Film Perdana Melanie Subono
Walikota mengungkapkan WJNC merupakan pertunjukan seni budaya tahunan yang dihelat sebagai sebuah bentuk perayaan hari jadi Kota Jogja .
"Tahun 2021 merupakan tahun kedua acara ini disajikan bagi khalayak umum dalam format tontonan virtual mengingat saat ini kita semua masih menghadapi situasi pandemi," ujarnya.
Tahun ini, lanjutnya, juga menandai tahun ke-6, WJNC hadir secara konsisten setiap tahunnya, digelar tanpa absen sekalipun.
Baca Juga: Asyiik! Sekarang Ada Pusat Kuliner Hele Yo di Pinggir Danau Sentani
Sejak tahun 2016, Pemkot Yogyakarta menyajikan hiburan yang tidak hanya dinikmati oleh warga kota tetapi juga menarik minat wisatawan nusantara bahkan mancanegara.
Pemkot Yogyakarta berharap WJNC yang disajikan dalam bentuk virtual tersebut mampu menghadirkan peluang untuk memperluas jangkauan audience dan penikmat gelaran tersebut.
"Sehingga mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dinanti-nantikan oleh warga kota Jogja atau Indonesia saja, tetapi juga oleh penduduk dunia," katanya.
Artikel Terkait
Yogyakarta Dicanangkan Menjadi Kota Hanacaraka Di Hari Aksara Internasional 2021
Sama-sama Kerajaan Mataram, Mengapa Batik Solo Beda dengan Yogyakarta? Ini Sejarahnya
DAMRI Telah Membuka Rute Yogyakarta ke Dieng untuk Mendukung Peningkatan Pariswisata
Yogyakarta Membuat Hutan Tematik Wana Boga Pohon Nangka, Bahan Baku Gudeg Makanan Khas Yogya
Gym dan Fitness Center di Yogyakarta Sudah Boleh Buka. Langgar Protokol Kesehatan, akan Disegel Usahanya