TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) menjadi gelaran puncak pada perayaan HUT Ke-265 Kota Yogyakarta di pintu Timur Stadion Mandala Krida, Kamis malam (7/10).
WJNC adalah gelaran seni dengan format karnaval jalanan (Art on the street) yang melibatkan sekitar 14 Kemantren dari seluruh Kota Yogyakarta.
Uniknya jika layaknya karnaval yang bekeliling adalah pesertanya, pada WJNC ini penonton yang berkeliling menikmati gelaran.
Baca Juga: Mesranya Kebersamaan Jokowi dan Iriana Saat Berjalan Menyusuri Hutan Mangrove di Bali.
Penonton yang merupakan para tamu undangan menaiki kendaraan hias untuk menikmati pagelaran yang dibagi menjadi empat area, yaitu Indraprasta, Pancawati, Astina dan Khayangan. Keempat area tersebut dimulai dari pintu timur hingga pintu barat Stadion Mandala Krida.
Dengan mengusung tema Semar Boyong, WJNC kali ini menggabungkan tokoh dan lakon pewayangan yang dibalut dengan kolaborasi seni koreografi, busana dan musik kontemporer.
Acara ini digelar secara hybrid, yaitu dihadiri langsung oleh tamu undangan terbatas dan secara live melalui chanel YouTube Pemkot Jogja dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Resmi! Sirkuit Internasional Mandalika Masuk Kalender Tuan Rumah MotoGP Musim 2022
Penyelenggaraan WJNC ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh peserta dan kru diwajibkan telah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal vaksin dosis pertama. Mereka juga harus melakukan Swab antigen, serta panitia juga menyediakan sarana protokol kesehatan pada tiap venue.
Hadir dalam perayaan HUT ke-265 Yogyakarta itu, di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan sejumlah anggota OPD Kota Yogyakarta serta DIY.
Dalam acara malam itu juga dilakukan deklarasi Kota Yogya tuntas vaksin Covid-19. Seluruh Kemantren di Kota Yogya yang dilakukan oleh 14 Mantri Pamong Praja mendeklarasikan capaian vaksinasi 100 persen terhadap warganya.
Artikel Terkait
Yogyakarta Dicanangkan Menjadi Kota Hanacaraka Di Hari Aksara Internasional 2021
Sama-sama Kerajaan Mataram, Mengapa Batik Solo Beda dengan Yogyakarta? Ini Sejarahnya
DAMRI Telah Membuka Rute Yogyakarta ke Dieng untuk Mendukung Peningkatan Pariswisata
Yogyakarta Membuat Hutan Tematik Wana Boga Pohon Nangka, Bahan Baku Gudeg Makanan Khas Yogya
Gym dan Fitness Center di Yogyakarta Sudah Boleh Buka. Langgar Protokol Kesehatan, akan Disegel Usahanya