Isu Ada Rekaman Keterlibatan Kapolri dalam Kasus Djoko Tjandra, IPW: Napoleon Bonaparte Cari Simpati Publik

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Jumat, 8 Oktober 2021 | 06:47 WIB
 (pic. policewatch.id)
(pic. policewatch.id)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menilai Irjen Napoleon Bonaparte membuat ulah lagi untuk mendapatkan simpati publik.

Pasalnya, isu rekaman pembicaraan keterlibatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjadi Kabareskrim dalam kasus penghapusan red notice Joko Tjandra dihembuskan secara terbuka ke media.

“Pengangkatan isu tersebut, terlihat disengaja setelah dua kali Irjen Napoleon Bonaparte membuat surat terbuka kepada publik dari rutan Bareskrim Polri,” ujar Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso, dalam siaran pers yang diterima TITIKTEMU.CO, Jumat (8/10) pagi,

Baca Juga: Aniaya Muhammad Kece, Irjen Napoleon Dibantu Mantan Panglima Laskar FPI

Baca Juga: Aniaya Muhammad Kece, Ini Surat Terbuka Irjen Napoleon Bonaparte

Kesengajaan Napoleon itu, tambah Sugeng, terjadi  saat  eks Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri itu, membela diri ketika melakukan pemukulan dan melumuri muka  Muhammad Kace dengan kotoran manusia dan yang kedua yaitu mengaku dirinya bukan koruptor dan diperalat oleh seseorang.

Kedua surat terbuka itu langsung viral di portal-portal dan media sosial.

Baca Juga: Bukan Cuma Digebuki, Wajah dan Tubuh Muhammad Kece juga Dilumuri Kotoran Manusia oleh Irjen Napoleon Bonaperte

Kemudian, muncul pula foto Irjen Napoleon saat makan di sel rutan Bareskrim Polri dengan diatasnya ada baju seragam polri dengan dua bintang terpampang dengan jelas.

IPW  melihat isu keterlibatan Kapolri Listyo Sigit yang diangkat oleh Irjen Napoleon Bonaparte sekarang ini diduga sebagai upaya  agar kasusnya terutama pada peristiwa penganiayaan Muhammad Kace tidak diteruskan.

 “Kalau dicontohkan, seumpama seorang yang sedang tenggelam, Napoleon Bonaparte berusaha menyelamatkan diri memegang ranting apapun agar dirinya tidak tenggelam,” ujar Sugeng yang belum lama ini menggantikan almarhum Neta S. Pane, sebagai Ketua IPW.

Baca Juga: Muhammad Kece Ternyata Dianiaya Irjen Polisi Napoleon Bonaparte

Padahal  isu-isu yang diangkat tersebut, tidak akan mengubah tindakan pidana yang dilakukannya. Apalagi hembusan yang terakhir mengaitkan nama Kapolri Listyo Sigit di rekaman pada tanggal 14 Oktober 2020 antara Napoleon Bonaparte, Tommy Sumardi dan Brigjen Prasetijo Utomo saat berada di rutan Bareskrim.

Ocehan Napoleon Bonaparte selaku terdakwa  kasus korupsi penghapusan red notice dan tersangka kasus penganiayaan Muhammad Kace adalah sebatas isu saja dan tidak akan pernah menjadi fakta hukum yang diperiksa dan didalami dalam proses hukum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Indonesia Police Watch

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X