Jadi Kota Sehat, Angka Harapan Hidup Warga Semarang Meningkat Tajam

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 25 September 2021 | 08:10 WIB
Wali Kota Semarang  Hendrar Prihadi saat beri paparan program kota sehat di Situation Room Balaikota Semarang, Jumat (25/9).  (pic. humas pemkot semarang)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat beri paparan program kota sehat di Situation Room Balaikota Semarang, Jumat (25/9). (pic. humas pemkot semarang)

TITKKTEMU.CO SEMARANG – Dua tahun lalu Kota Semarang ditetapkan sebagai kota sehat oleh pemerintah pusat dengan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara.

Predikat tersebut didapat setelah Kota Semarang berhasil mewujudkan 6 tatanan dalam penataan kota, yaitu kawasan wisata yang sehat, permukiman yang sehat, ketahanan pangan dan gizi, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, masyarakat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Tak hanya berbuah predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara, diwujudkannya 6 tatanan tersebut juga berdampak pada peningkatan tajam Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kota Semarang.

Baca Juga: Angka Covid-19 Turun, Denmark Dukung Pemkot Semarang Kerja Sama Energi dan Lingkungan

Baca Juga: Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Rampung Dibangun Akhir Tahun Ini

Tahun-tahun sebelumnya peningkatan AHH Kota Semarang hanya meningkat 0,01 hingga 0,02 tahun, namun pada tahun 2019 ke 2020 terjadi peningkatan AHH hingga hampir 5 kali lipat.

Jika pada tahun 2019 AHH Kota Semarang adalah 77,25 tahun, AHH Kota Semarang di tahun 2020 naik 77,34 tahun.

“Prinsipnya kita berupaya meningkatkan kualitas hidup dengan meringankan beban hidup masyarakat dari lahir hingga meninggal. Pemerintah hadir pada setiap keperluan masyarakat untuk memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Di Kota Semarang berobat gratis, sekolah negeri gratis, 80 sekolah swasta juga gratis, kredit usaha murah hanya 3% per tahun, dan seterusnya," terang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Baca Juga: Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa di Kota Semarang

 Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang saat menerima tim penilai Kota Sehat tahun 2021 di Situation Room Balaikota Semarang, Jumat (24/9).

Hendi  optimisi Kota Semarang dapat mempertahankan predikat tertinggi Kota Sehat Swasti Saba Wistara pada tahun ini.

"Dalam peningkatan lingkungan permukiman juga kami terus menekan luasan kawasan kumuh di Kota Semarang, dari yang semula 215 hektar di 2014, menjadi 95,08 hektar di 2020. Upaya itu antara lain dilakukan dengan menjalankan program Kampung Tematik, peningkatan layanan air bersih, hingga membentuk 111 kelompok pegiat urban farming," tutur Hendi sapaan akrabnya.

Baca Juga: Semarang Jadi Trending Topic, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Penghijauan

Di sisi lain terkait pandemi covid-19, Hendi juga memaparkan sejumlah upaya yang dilakukan oleh Kota Semarang dalam melakukan percepatan penanganan. Salah satunya dengan mendorong kepedulian dan gotong royong masyarakat melalui program Kampung Siaga Candi Hebat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemkot Semarang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X