Semarang Smart City Sudah Dirintis Sejak 2013, Bukan Belakangan Ini

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Selasa, 14 September 2021 | 07:05 WIB
 Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. (pic. humas pemkot semarang)
Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. (pic. humas pemkot semarang)

TITIKTEMU.CO Semarang - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menekankan pemerintah memiliki peran penting dalam mendorong tranformasi digital.

Menurut Hendi  perubahan tren perilaku masyarakat di masa pandemi menjadi sinyal pemerintah untuk lebih meningkatkan fokus pembangunan kota cerdas.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, Senin (13/9).

Baca Juga: Seleksi Calon ASN Pemkot Semarang di 4 Lokasi Diminta Tertib Prokes

Dia memaparkan, mendorong kecakapan digital masyarakat tidak dapat dilakukan dengan pola komunikasi top down, melainkan harus bottom up.

Pemerintah harus memahami kendala yang dihadapi masyarakat ketika ingin membangun sistem daring dalam berbagai aktivitas.

"Saya meyakini kecakapan digital akan terbangun seiring dengan sistem kota cerdas yang terus disempurnakan," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Semarang Kembali Nyalakan Bridge Fountain di Kanal Banjir Barat

Wali Kota Semarang itu menyebutkan setidaknya ada 4 aspek yang harus dipertimbangkan dalam mendorong masyarakat untuk cakap digital, yaitu keamanan, kenyamanan, kemudahan, dan kemanfaatan.

"Kalau koneksi jaringannya cepat, pengelolaan datanya aman, penggunaan sistemnya mudah, dan manfaatnya dirasakan, saya yakin transformasi digital secara organik akan terjadi dengan sendirinya," tegasnya.

Hendi  menceritakan, pembangunan Semarang Smart City di ibu kota Jawa Tengah tidak dilakukan baru - baru ini, melainkan telah dimulai sejak tahun 2013.

Baca Juga: Patut Dicontoh, Testing Covid-19 Kota Semarang Capai 6 Kali Lipat Standar WHO

 "Di 2014 kita bangun infrastruktur jaringan pada 2.300 titik, lalu tahun 2020 kita sempurndakan dengan ducting dan MTS bersama untuk mempercepat koneksi. Pembangunan infrastruktur jaringan ini menjadi dasar penting dalam mendorong transformasi digital," tekan politisi PDI Perjuangan itu.

Di sisi lain, dalam penanganan covid-19, Hendi pun mengaku beruntung karena Kota Semarang telah jauh hari sebelumnya melakukan pembangunan sistem kota cerdas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemkot Semarang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X