Semarang Jadi Trending Topic, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Penghijauan

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Minggu, 19 September 2021 | 18:38 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memetik buah anggur di depan kantornya di Jalan Pemuda Semarang, baru-baru ini. (pic. humas pemkot semarang)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memetik buah anggur di depan kantornya di Jalan Pemuda Semarang, baru-baru ini. (pic. humas pemkot semarang)

TITIKTEMU.CO SEMARANG - Semarang kembali ramai diperbincangkan oleh warganet di platform media sosial Twitter.

Kata kunci 'Semarang'  sepanjang hari Minggu (19/9) masuk menjadi trending topic Indonesia karena berbagai cuitan pengguna twitter yang sebagian besar mengeluhkan panasnya udara di ibukota Jawa Tengah itu akhir - akhir ini.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Semarang memang masuk dalam lima besar wilayah dengan suhu harian tertinggi sepanjang bulang Agustus 2021.

Baca Juga: Makin Aman Makin Smart, Ronda Online Lewat Puluhan Ribu CCTV di Kota Semarang

Baca Juga: Dua Desa Tematik di Kota Semarang Raih Penghargaan Trisakti Tourism Award 2021

Semarang di urutan kelima berada di bawah Surabaya pada urutan pertama sebagai wilayah dengan suhu harian terpanas di bulan Agustus, disusul Kupang, Majalengka, dan Tiwatobi pada urutan dua, tiga, dan empat.

Terjadinya suhu cuaca yang cukup panas beberapa waktu terakhir pada sejumlah wilayah di Indonesia itu sendiri pada rilis BMKG disebutkan karena posisi matahari yang berada di garis ekuator. BMKG pun memperkirakan kondisi tersebut akan masih terjadi sepanjang bulan September 2021.

Sementara itu, meski bukan merupakan wilayah terpanas di Indonesia, namun ramainya pembicaraan tentang Semarang oleh warganet justru ditanggapi positif oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Baca Juga: Patut Dicontoh, Testing Covid-19 Kota Semarang Capai 6 Kali Lipat Standar WHO

Menurutnya, meski masyarakat di daerah lain merasakan cuaca yang lebih panas, ketika Semarang justru yang menjadi trending hal itu membuktikan bahwa keaktifan masyarakat di ibu kota Jawa Tengah lebih tinggi di media sosial.

Dengan keaktifan tersebut, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun kemudian mengajak masyarakat untuk juga lebih menyuarakan gerakan penghijauan untuk Kota Semarang.

"Kalau melihat data, sebenarnya 44,2% wilayah Kota Semarang merupakan lahan hijau. Namun memang tantangannya yang ada di wilayah padat permukiman. Butuh kesadaran bersama masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki, sekecil apapun, untuk penghijauan," tutur Hendi.

Baca Juga: Tekad Kota Semarang Segera Raih Status PPKM Level 1

"Pemerintah terus berupaya, bangun taman, bangun jalur hijau di media jalan, yang terakhir sampai pasang sprayer. Tapi kalau pemerintah saja yang bergerak, rasanya kok nggak cukup. Maka keaktifan masyarakat di media sosial ini baik, bisa bantu kampanyekan penghijauan, syukur - syukur nggak cuma ngetweet aja, tapi juga melakukan aksi nyata juga," tekannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemkot Semarang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X