Tetapi semua teknologi itu, menurut Hasui, tetap hanya alat.
“Yang terpenting tetaplah karakter.”
Itulah inti yang ingin dipertahankan sang sutradara. Adegan motor memang menjadi daya tarik besar, tetapi porsinya hanya sebagian dari keseluruhan film.
Fokus sebenarnya justru berada pada hubungan Chihaya dengan Inspektur Jugo Yokomizo. Jugo disebut sudah cukup jelas menunjukkan perasaannya, sementara Chihaya tampaknya masih belum memahami apa yang sebenarnya ia rasakan.
Baca Juga: Kaesang Mau Nyaleg di Dapil Puan, Ganjar Justru Respons Begini
Hasui bahkan membandingkan dinamika keduanya dengan fase awal hubungan Sato dan Takagi. Jadi, di balik suara mesin motor dan ledakan yang membuat jantung ikut balapan, Conan Movie 29 ternyata menyimpan cerita tentang dua orang yang mungkin sedang terlambat menyadari perasaan sendiri.
Dan mungkin justru di situlah kekuatan Detective Conan selama hampir tiga dekade: setiap film boleh berubah bentuk, tetapi karakternya tetap punya alasan untuk membuat penonton kembali.***
Artikel Terkait
Nama Erwan Setiawan Diseret Lagi, 11 Akun Medsos Kini Dibidik Kuasa Hukum Wagub Jabar
Juara Matematika Usia 7 Tahun Pilih Mundur dari Kompetisi di Jerman, Alasannya Bukan Soal Uang
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Tangis Anak Kelas 1 SD Bikin Hati Teriris
Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Mendadak Ambruk, Penonton Berjatuhan hingga Ambulans Hilir Mudik
UKKJ Guru Madrasah 2026 Segera Digelar, Kemenag Siapkan 14.080 Formasi untuk Kenaikan Jenjang Jabatan
Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman
Viral Mie Gacoan Matraman Disebut Diserang Kelompok Berparang, Polisi Bongkar Cerita Sebenarnya