Kepemimpinannya berlangsung setelah revolusi besar yang menggulingkan monarki Iran dan mengubah sistem negara menjadi republik teokratis.
Selama puluhan tahun, Khamenei dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh kuat terhadap arah kebijakan Iran, baik dalam politik domestik maupun geopolitik regional.
Dia kerap mengambil sikap keras terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat dan Israel, serta menjadi simbol perlawanan Iran terhadap tekanan internasional.
Pada usia 86 tahun, Khamenei sebenarnya telah menyiapkan kemungkinan pergantian kepemimpinan sejak beberapa waktu lalu.
Dalam situasi konflik regional pada tahun sebelumnya, dia disebut telah menyebutkan tiga kandidat yang bisa segera menggantikan posisinya jika terjadi sesuatu terhadap dirinya.
Baca Juga: Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Ada Apa di Balik Sikap Tegas Takhta Suci?
Reaksi Garda Revolusi Iran
Kematian Khamenei memicu reaksi emosional dari berbagai lembaga negara, termasuk dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita Fars dan dilaporkan media internasional seperti Al Jazeera, IRGC menyatakan kehilangan sosok pemimpin besar.
Mereka menyebut wafatnya Khamenei sebagai sebuah “kemartiran” dan menegaskan bahwa bangsa Iran akan terus melanjutkan perjuangan yang selama ini diemban oleh pemimpin tertinggi tersebut.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian pemimpin negara tersebut.
IRGC menyatakan akan tetap berdiri teguh menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam negeri maupun dari luar.
Baca Juga: Israel Tolak Bayar Iuran Board of Peace, Indonesia Tegaskan Misi Gaza Tak Boleh Terganggu
Dampak Besar bagi Politik Timur Tengah
Wafatnya Khamenei diperkirakan membawa dampak besar bagi dinamika politik kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Ayatollah Khamenei Klaim Kemenangan, Sebut Israel Nyaris Runtuh
PM Israel Netanyahu Resmi Calonkan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian 2025
Presiden Prabowo Hubungi Emir Qatar, Kecam Serangan Israel ke Doha
Indonesia Tolak Visa Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025, Pemerintah Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri Pro-Kemanusiaan
Donald Trump Umumkan Akhir Perang Gaza, Israel Klaim Kemenangan atas Hamas
Diplomasi ke Lausanne: Langkah Tenang KOI di Tengah Badai Visa Atlet Israel
Gus Yahya Melawan Arus: Drama Kursi PBNU dan Isu Israel yang Kembali Menggema