Strategi Nego Dagang RI ke AS: Tambah Impor Energi demi Ringankan Tarif Balasan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 19 April 2025 | 05:34 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.  (Instagram/@bahlilhlahadalia dan @potus)
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Instagram/@bahlilhlahadalia dan @potus)

TITIKTEMU.CO - Saat ini, dunia tengah memperhatikan langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memberlakukan tarif balasan atau resiprokal terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Kebijakan ini membuat hubungan dagang antara kedua negara menjadi sorotan, terutama setelah AS menetapkan tarif sebesar 32% terhadap produk-produk dari Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI

Indonesia Lakukan Negosiasi Tarif

Menanggapi kebijakan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan pihak AS.

Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan tarif yang dinilai memberatkan tersebut.

Salah satu pendekatan yang diambil adalah dengan meningkatkan nilai perdagangan sektor energi antara kedua negara.

Baca Juga: Trump Ingin Gaza Jadi Riviera Timur Tengah: Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan

Impor Crude Oil dan LPG Jadi Andalan

Dalam upaya memperkuat posisi dalam perundingan, Indonesia berencana meningkatkan pembelian energi dari Amerika Serikat.

Jenis energi yang dimaksud adalah minyak mentah (crude oil) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Strategi ini diharapkan bisa menjadi insentif bagi AS untuk mempertimbangkan pengurangan tarif bagi Indonesia.

Baca Juga: Dokter di Garut Jadi Tersangka Kasus Pelecehan: Lancarkan Aksinya dengan Modus Minta Antar ke Kos

Bahlil menyebut, nilai perdagangan dari sektor energi tersebut diproyeksikan mencapai lebih dari USD 10 miliar atau sekitar Rp168 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X