Strategi Nego Dagang RI ke AS: Tambah Impor Energi demi Ringankan Tarif Balasan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 19 April 2025 | 05:34 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.  (Instagram/@bahlilhlahadalia dan @potus)
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Instagram/@bahlilhlahadalia dan @potus)

"Ini dari crude oil, LPG, dan BBM. Nilainya cukup signifikan,” ujarnya saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 17 April 2025.

Tidak Menambah Kuota Impor, Hanya Alih Sumber

Bahlil juga menekankan bahwa rencana ini bukan berarti Indonesia menambah kuota impor energi secara keseluruhan.

Baca Juga: Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng 2025 untuk Cabut Berkas dan Mutasi Kendaraan dengan Biaya Lebih Ringan

Sebaliknya, Indonesia hanya akan mengalihkan sebagian pembelian yang sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara ke Amerika Serikat.

“Impor kita tetap, tapi sebagian yang sebelumnya dari negara lain, kita alihkan ke AS. Ini tidak membebani APBN dan juga tidak menambah kuota,” jelasnya.

Baca Juga: Kebijakan Trump Setop Bantuan Obat Berdampak ke Indonesia, Akankah Angka HIV di Indonesia akan Meningkat?

Harapan terhadap Tarif dan Neraca Perdagangan

Dalam proses negosiasi yang kini sedang berlangsung di AS dan dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Indonesia berharap kebijakan ini bisa menciptakan keseimbangan baru dalam neraca perdagangan.

Bahlil menyebut bahwa jika neraca perdagangan sudah berimbang atau bahkan menguntungkan pihak AS, maka sudah sewajarnya tarif bisa diturunkan.

“Kalau tidak diturunkan, buat apa kita usaha sejauh ini?” tegasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X