"Ini dari crude oil, LPG, dan BBM. Nilainya cukup signifikan,” ujarnya saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 17 April 2025.
Tidak Menambah Kuota Impor, Hanya Alih Sumber
Bahlil juga menekankan bahwa rencana ini bukan berarti Indonesia menambah kuota impor energi secara keseluruhan.
Sebaliknya, Indonesia hanya akan mengalihkan sebagian pembelian yang sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara ke Amerika Serikat.
“Impor kita tetap, tapi sebagian yang sebelumnya dari negara lain, kita alihkan ke AS. Ini tidak membebani APBN dan juga tidak menambah kuota,” jelasnya.
Harapan terhadap Tarif dan Neraca Perdagangan
Dalam proses negosiasi yang kini sedang berlangsung di AS dan dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Indonesia berharap kebijakan ini bisa menciptakan keseimbangan baru dalam neraca perdagangan.
Bahlil menyebut bahwa jika neraca perdagangan sudah berimbang atau bahkan menguntungkan pihak AS, maka sudah sewajarnya tarif bisa diturunkan.
“Kalau tidak diturunkan, buat apa kita usaha sejauh ini?” tegasnya.***
Artikel Terkait
Benarkah BPJS Kesehatan PBI Harus Dipakai Setiap Bulan Agar Tidak Dinonaktifkan? Ini Faktanya
Jadwal One Way Satu Arah Bogor Hari Ini 18-20 April 2025: Cek Lalu Lintas Ganjil Genap untuk Wisatawan
MEMBANGGAKAN, Rizal Sukses Membawa Batik Pekalongan ke Kerajaan Thailand. Kisah Alumni Rumah Belajar Batik YCAB Foundation
Perbandingan LHKPN Atalia dan Ridwan Kamil Jadi Sorotan Setelah Isu Nafkah Rp20 Juta untuk Lisa Mariana Mencuat
Syarat dan Biaya Balik Nama Kendaraan: Panduan Lengkap untuk Pemilik Baru
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng 2025 untuk Cabut Berkas dan Mutasi Kendaraan dengan Biaya Lebih Ringan