13 Prajurit Kostrad jadi tersangka pengeroyokan warga di Salatiga

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Sabtu, 10 September 2022 | 09:26 WIB
Ilustrasi pengeroyokan (pic/ist)
Ilustrasi pengeroyokan (pic/ist)

TITIKTEMU.CO - 13 prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan warga di Salatiga, Jawa Tengah.

Komandan Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Budi mengatakan semua para tersangka kini sudah ditahan di Detasemen Polisi Militer IV/3 Salatiga.

“Ditahan di Denpom IV/3 Salatiga,” kata Rinoso, kepada media, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga: Cerita Bersambung: 'Tresnane Sang Primadona' Eps.13

Sementara itu, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak menegaskan prajurit yang melanggar tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Maruli menyebut dugaan penganiayaan yang dilakukan belasan prajuritnya tak lepas karena faktor emosi. Menurut dia, para tersangka juga tidak mempunyai niatan membunuh.

Jenderal bintang tiga itu menduga semula prajuritnya hanya ingin membuat jera kepada para korban.

 Baca Juga: Hasil survei SMRC: Didukung pemilih Jokowi, Ganjar Pranowo semakin unggul jelang Pilpres 2024

Diberitakan sebelumnya, Pratu RW anggota Yonif MR 411/6/2 Kostrad mengalami luka-luka dan pada bagian wajah serta harus dirawat di RST Dr. Asmir Salatiga.

Sebelumnya, Pratu RW dikeroyok oleh lima pemuda bertato dan dalam pengaruh minuman keras di Pasar Blauran Kota Salatiga, Jawa Tengah, belum lama ini.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (2/9/2022) membenarkan terjadinya pengeroyokan terhadap Pratu RW oleh lima pemuda yang diduga preman tersebut.

Baca Juga: Cerita Bersambung: 'Tresnane Sang Primadona' Eps.12

Kadispenad menyampaikan bahwa kejadian tersebut berawal saat Pratu RW yang membonceng istrinya berinisial D yang sedang hamil enam bulan menuju Pasar Blauran. Kemudian diserempet kendaraan Pickup Suzuki Carry yang dikendarai Argo Wahyu Pamungkas beserta empat temannya.

Pratu RW sempat dibentak, namun yang bersangkutan tidak menghiraukan. Dan sesampainya di Pasar Blauran, Pratu RW dihentikan oleh Argo Wahyu Pamungkas serta melakukan pengeroyokan bersama keempat temannya tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X