TITIKTEMU.CO - Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Namun juga bagi Vera Simanjuntak, sang kekasih Brigadir J.
Akhir-akhir ini sosok Vera Simanjuntak jadi sorotan banyak pihak pada kasus kematian Brigadir J. Pasalnya Vera Simanjuntak dikabarkan mengetahui curhatan terakhir Brigadir J sebelum tewas.
Baca Juga: Dijaga Ketat Personel Brimob, Timsus Geledah 3 Lokasi
Yoshua berencana meminang dan menikahi Vera tahun depan. Waktunya kurang dari tujuh bulan lagi. "Iya rencananya mau menikah, tujuh bulan lagi rencananya," ujar Vera
kepada media, usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi, Minggu (24/7/2022).
Namun, takdir berkata lain. Brigadir J tewas dalam insiden polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo, 8 Juli lalu. Kini Kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak
merasa tertekan karena disebut saksi kunci. Tekanan ini membuat Vera membutuhkan penanganan dari psikolog.
"Vera memang membutuhkan penanganan psikolog, karena banyak menghadapi banyak tekanan," kata Kuasa Hukum Vera, Ramos Hutabarat, kepada media, Senin (1/8/2022).
Ia mengatakan Vera mengalami tekanan dan merasa terancam terutama ketika dia dibilang sebagai saksi kunci.
Walaupun demikian dengan adanya tekanan dan ancaman belum berpengaruh kepada kondisi kesehatan. Namun tim pengacara memandang, Vera membutuhkan konsultasi
psikolog agar dapat mengatasi tekanan itu.
"Bagi kami selaku penasihat hukum, itu perlu. Tapi, kami sampaikan dulu ke dia. Kalau memang bersedia, nanti kami ajukan psikolog," kata Ramos Hutabarat.
Selain itu, untuk meminimalisasi risiko, Vera juga telah berhenti bekerja, agar mudah mendapatkan pengawasan dari keluarga. Vera dan keluarga mendapat tekanan
karena seringnya mereka bertemu dengan orang yang tidak dikenal.
Sebelumnya diberitakan tewas tertembak, Brigadir J sempat menceritakan kepada kekasihnya itu, bahwa ia ada masalah. Bahkan, Yosua mendapatkan ancaman pembunuhan
dari pihak yang disebut 'Squad Lama'.
Perempuan yang berprofesi sebagai bidan itu telah melewati pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri di Mapolda Jambi, Minggu (24/7/2022). Ponsel miliknya disita
untuk kepentingan penyidikan.
Vera didampingi oleh bibinya, serta dua pengacara bernama Ramos Hutabarat dan Ferdy. Pertanyaan yang dilayangkan pada Vera juga terkait komunikasi terakhir
dengan Brigadir J. (dadi sutaryadi).***
Artikel Terkait
Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Tante Brigadir J Minta Istri Sambo Bicara Jujur dan Transparan
Gerak Cepat, Timsus Bareskrim Polri Amankan Sopir dan Ajudan Istri Sambo
Bharada E Akhirnya Berani Ungkap Rekayasa Skenario Baku Tembak dengan Brigadir J
Pengakuan Bharada E: Pembunuhan Brigadir J Dilakukan Bersama-sama dan Atas Dasar Perintah
Menko Polhukam: Ada 3 Tersangka, Kasus Tewasnya Brigadir J Sudah Mulai Terang Benderang.
Dibahas di You Tube Refly Harun: Sambo Pegang Pistol di Samping Jasad Brigadir J yang Bersimbah Darah
Bersedia Jadi Justice Collaborator, LPSK Temui Bharada E. Sudah Bertemu Istri Sambo Juga