Kekosongan yang Tidak Bisa Digantikan
Sepanjang pagi hingga siang itu, pelayat masih datang silih berganti ke rumah duka. Tugimin masih menyambut mereka dengan senyum yang dipaksakan. Di tengah ruangan, potret Alvaro berdiri, dikelilingi karangan bunga.
Kasus ini menyisakan banyak pertanyaan tentang keamanan anak di tangan orang paling dipercaya, dan orang terdekat.
Alvaro memang tak akan pernah kembali. Namun, keluarganya berharap kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa kekerasan bisa datang dari lingkar terdekat, bahkan dari orang yang selama ini tampak penuh kasih.
Dan di antara isak tangis, hanya satu harapan yang terus diulang keluarga: Semoga Alvaro tenang kini, di tempat yang tak lagi menyakitinya.***