Pengacara Nadiem Makarim Bantah Grup WhatsApp Bahas Proyek TIK Kemendikbudristek: “Itu Dibuat Sebelum Jadi Menteri”

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:27 WIB
Kuasa hukum Nadiem Makarim buka suara terkait grup WhatsApp ‘Mas Menteri’ dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.  (YouTube/Sekretariat Presiden)
Kuasa hukum Nadiem Makarim buka suara terkait grup WhatsApp ‘Mas Menteri’ dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. (YouTube/Sekretariat Presiden)

TITIKTEMU.CO – Pengacara Nadiem Makarim, Tabrani Abby, akhirnya angkat suara soal keberadaan grup WhatsApp yang disebut penyidik Kejaksaan Agung membahas proyek pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kemendikbudristek.

Abby menegaskan bahwa grup tersebut bukan wadah pembahasan proyek, melainkan forum diskusi tentang konsep pendidikan berbasis teknologi, dibentuk jauh sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri.

“Grup itu dibuat pada Agustus 2019, sebelum Presiden Jokowi menunjuk Pak Nadiem sebagai Mendikbudristek,” ujar Abby dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, grup itu awalnya bernama Edu Org dan Education Council, kemudian diubah menjadi Menteri Core setelah Presiden Joko Widodo memberi sinyal akan menunjuk Nadiem sebagai menteri.

Baca Juga: Cak Imin Tegaskan Kamboja Tak Aman bagi Pekerja Migran Indonesia, 97 WNI Terlibat Kerusuhan

Fokus Diskusi: Strategi dan Arah Kebijakan Pendidikan

Abby menjelaskan, grup tersebut berfungsi sebagai ruang brainstorming bagi sejumlah tokoh pendidikan seperti Najela Shihab, Viona, Ibrahim Arief, dan Jurist Tan.

Isi percakapan di dalam grup, kata dia, murni membahas strategi dan kebijakan pendidikan nasional, bukan pengadaan alat atau proyek tertentu.

“Topik yang dibahas mencakup evaluasi sistem zonasi, reformasi ujian nasional, administrasi guru, hingga pemetaan digitalisasi pendidikan,” jelas Abby.

Ia menegaskan, isu pengadaan Chromebook yang belakangan ramai dibicarakan baru muncul setelah grup tersebut dibuat, tepatnya dalam rapat daring pada 6 Mei 2020.

“Jadi tidak ada hubungan antara grup WhatsApp itu dan perencanaan proyek pengadaan apa pun,” tegasnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tanggapi Kritik Hasan Nasbi: Saya Justru Kembalikan Kepercayaan Publik ke Pemerintah

Tak Ada Unsur Google dalam Grup

Abby juga membantah klaim bahwa grup WhatsApp tersebut melibatkan pihak Google Indonesia, yang sempat dikaitkan dengan tender perangkat TIK di Kemendikbudristek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X