Perang Paregreg, Majapahit Menuju Keruntuhan

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 22:46 WIB
Ilustrasi Perang Paregrek ( Eduspensadotid)
Ilustrasi Perang Paregrek ( Eduspensadotid)

Sengketa jabatan Bhre Lasem ini memunculkan perang dingin antara istana barat dan timur sampai akhirnya dua Bhre sama-sama meninggal pada 1400.

Wikramawardhana segera mengangkat menantunya, istri Bre Tumapel, menjadi Bhre Lasem baru.

Pengangkatan Bhre baru mengubah perang dingin istana barat dengan timur menjadi perselisihan. Sempat terjadi pertengkaran antara Bhre Wirabhumi dan Wikramawardhana pada 1401. Setelah peristiwa itu keduanya tidak menyapa.

Api dalam sekam Majapahit semakin berkobar hingga puncaknya Perang Paregreg pada 1404. Selama dua tahun, perang saudara terus berkobar. Pemenangnya pun silih berganti antara barat dan timur.

Pada 1406 pasukan barat di bawah Bhre Tumapel menyerbu pusat istana timur. Bhre Wirabhumi menderita kekalahan dan melarikan diri.

Namun, Raden Gajah alias Bhre Narapati berhasil membunuh Bre Wirabumi. Ia memenggal kepala Bhre dan membawanya ke istana barat.

Perang Paregreg berlangsung sektar dua tahun. Namun, kesibukan perang mengakibatkan Majapahit kurang fokus mengurus daerah-daerah taklukan.

Akhir perang memang menyatukan istnaa timur dan barat. Namun membawa banyak kemunduran pada Majapahit.

Banyak daerah bawahan yang kemudian lepas, Kalimantan Barat yang berhasil direbut Kerajaan Cina pada 1405.

Disusul kemudian Palembang, Melayu, dan Malaka yang memerdekakan diri dan tumbuh menjadi bandar-bandar perdagangan ramai. Brunei yang tergolong daerah makmur pun lepas memerdekan diri.

Di sisi lain, Raja Wikramawardhana harus membayar ganti rugi pada Dinasti Ming, penguasa Cina. Perang Paregrek mengakibatkan sebanyak 170 prajurit anak buah Laksamana Cheng Ho tewas.

Wikramawardhana harus mengangsur denda 60.000 tahil. Hingga tahun 1408, Sang Raja baru bisa membayar 10.000 tahil.

Kemunduran Majapahit

Ilustrasi Dyah Suhita
Ilustrasi Dyah Suhita (Pinterest)

Pasca Perang Paregreg, Wikramawardhana memboyong Bhre Daha, putri Bhre Wirabhumi, sebagai selir, yang melahirkan Suhita. Kelak Suhita menggantikan takhta pada 1427.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X