Baca Juga: Hoax! Pecahan Uang Koin 100 ribu Tahun 2021. Begini Penjelasan Bank Indonesia!
Sambutan masyarakat Indonesia sangat antusias terhadap lahirnya Bank Indonesia. Dalam beberapa surat kabar nasional disebutkan bahwa lahirnya Bank Indonesia sebagai pembuka zaman baru di bidang keuangan.
Dalam terbitan 9 Juli 1953, misalnya, surat kabar Merdeka antara lain menyebutkan: “…hendaknya tanggal 1 Juli 953 kita pandang sebagai hari peresmian perubahan tujuan dan maksud pemerintah dan bank sentralnya, sesuai dengan cita-cita tiap-tiap negara yang betul-betul merdeka politik maupun ekonomis."
Sebagaimana pikiran dari para tokoh di seputar nasionalisasi DJB (di antaranya Jusuf Wibisono, Sjafruddin Prawiranegara, Soemitro Djojohadikusumo, dan Loekman Hakim), jika diperas memiliki kesamaan makna: kehadiran Bank Indonesia adalah bagian dari kedaulatan bangsa.
Baca Juga: Cara Membuka Tabungan Haji dan Umrah di Bank Umum Syariah
Kenyataan ini sekaligus menunjukan bahwa Bank Indnesia bukan warisan kolonial, atau dengan kata lain “Bank Indonesia is geen een cadoutje" alias bukan kado kecil dari Belanda, melainkan lahir dari perjuangan bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat. ***
Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co
Artikel Terkait
Bersama Bank BJB, Subkogartap 0618/Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk Warga dan Pelajar
Bank Jateng Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional untuk RSUD Wonogiri
Bersinergi Dengan Bank Jateng, Korem 074/Warastratama Launching Pelatihan UMKM Digital Untuk Babinsa
Hore! Biaya Transfer antar Bank Turun Jadi Rp2.500. Simak Daftar Bank-nya
Kebutuhan Bisnis Lebih Cocok Pakai Giro atau Tabungan Bank?
Simak Ini Perbedaan Tabungan dengan Deposito di Bank
Tabungan Bank yang Cocok Buat TKI, Coba Mandiri Tabungan TKI
Merger Tiga Bank Syariah Milik Himbara Disetujui OJK