Hari Menggambar Nasional GoART Pameran Serentak di 7 Lokasi. Yuuk Nikmati Sambil Ngeteh dan Ngopi...

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Rabu, 11 Mei 2022 | 15:37 WIB
Candi Borobudur (Karya: Erwan W, Jogja)
Candi Borobudur (Karya: Erwan W, Jogja)

Bisa dinikmati pula karya bercorak lanskqp arsitektural (Sarjiyanto Sekar, Tangerang dan Safei Wonosobo), impresif (HerJo, Yoset Wibowo) simbolik (Erwan Widyarto, Jogja), vignet-dekoratif (Alex Pra, Christina, Didit Jendhit, Sembrani, Triwiyono) dan lainnya.

Bocah dengan keriangan miliknya
Bocah dengan keriangan miliknya (Karya: Wasis Soebroto)

Drawing dan Ekonomi Kreatif

Drawing, atau menggambar, dulu sangat dikenal. Mungkin kalau istilah sekarang, pernah menjadi trending topic. Dan mungkin juga viral.

Drawing dikenal di era itu, terutama saat ada acara televisi yang mengusung soal ini. Nama acaranya 'Gemar Menggambar'. Diasuh oleh Tino Sidin.

Baca Juga: Rugikan Kalangan Sekdes di Demak, Perbub No 11 Tahun 2022 Digugat

Mereka yang sekarang berusia di kisaran setengah abad, sempat "terpapar" tayangan ini. Mereka akrab dengan kalimat yang selalu disampaikan Tino Sidin: "Baguusss. Gambar datang dari kawanmu...."  Pak Tino menyebut nama pengirim karya.

Atau ucapan lain yang menyangkut teknis. "Ya garis lurus. Lengkung, lurussss terus... jangan takut."  Itu semacam panduan untuk membuat bentuk dalam aktivitas menggambar.  'Jangan takut-takut' disampaikan untuk memotivasi.
Acara Gemar Menggambar ini sangat diminati anak-anak di zamannya. Setidaknya terlihat dari kiriman gambar yang datang dari berbagai daerah.

Drawing atau menggambar merupakan aktivitas (kreatif estetis) dengan menggunakan unsur garis, titik maupun bulatan untuk membentuk citraan.  Dalam konteks kekinian, drawing adalah modal dasar bagi mereka yang menekuni ekonomi kreatif.

Baca Juga: Penghentian Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Dipertanyakan

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) merinci ada 17 subsektor Ekonomi Kreatif. Dari 17 sektor tersebut, beberapa di antaranya ditopang oleh aktivitas drawing. Kemampuan drawing menjadi dasar bagi pengembangan ekonomi kreatif subsektor seni rupa, fashion, animasi, video, dan arsitektur.

Perancang busana memanfaatkan unsur garis lurus, lengkung, maupun bulatan saat merancang satu gaun. Para desainer itu me-reka citraan busana dengan goresan garis. Menyusun estetika busana dalam citraan dasar yang lantas diwujudkan oleh penjahit.

Subsektor animasi apalagi. Gambar-gambar gerak itu, disusun oleh citraan dasar yang dibangun dari perpaduan garis-garis, titik maupun bulatan. Lagi-lagi, kemampuan kreatif estetis memadukan komponen drawing --garis, titik, bulatan-- menjadi citraan yang menarik, sangat menentukan keberhasilan karya.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Take Down Tayangan Podcast Gay. Ragil Mahardika: Aku akan Tetap Sharing All About Hidupku…

Dunia arsitektur pun demikian. Rancangan rumah,  desain interior,  landscape taman, dibuat dengan memadukan unsur-unsur garis, titik maupun bulatan. Seorang arsitek, desainer interior mestilah seorang yang memiliki kemampuan drawing memadai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X