Akibatnya, berat badan perlahan naik meski aktivitas fisik tidak bertambah.
Kabar baiknya, kondisi ini bisa dikelola.
Salah satu cara paling sederhana adalah memberikan jeda singkat di antara rapat.
Berjalan selama lima menit dapat membantu menyegarkan otak.
Minum air putih juga membantu menjaga fokus lebih lama.
Mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat sebelum rapat panjang dapat membuat energi lebih stabil.
Cara lainnya adalah mengurangi jumlah keputusan kecil yang tidak perlu sepanjang hari.
Baca Juga: Profil Mutiara Annisa Baswedan, Putri Anies yang Raih Gelar Master Harvard Sambil Mengasuh Bayi
Semakin banyak energi mental yang tersimpan, semakin kecil risiko mengalami decision fatigue.
Bagi pekerja kantoran dan manajer yang setiap hari menghadapi meeting bertumpuk, memahami fenomena ini sangat penting.
Karena ternyata rasa lapar setelah rapat bukan sekadar soal perut kosong.
Sering kali itu adalah pesan dari otak yang sedang kelelahan.
Jadi, lain kali ketika Anda mendadak ingin memborong camilan setelah rapat tiga jam, jangan langsung menyalahkan diri sendiri.
Artikel Terkait
Bukan Malas, Kamu Hanya Lelah: Cara Menyembuhkan Mental Exhaustion Secara Perlahan
Self-Care Viral TikTok vs Self-Care Nyata: Kenapa Kamu Tetap Lelah Meski Sudah Me Time?
Tren Frugal Living Menjamur, Mengapa Banyak Kafe dan Brand Fesyen Mulai Putar Otak?
Bukan Malas Tapi Lelah, Ini Alasan Gen Z Indonesia Pilih Hidup Cukup daripada Kejar Karier Gila-gilaan!
Lelah saat mau santai? Kenali leisure anxiety, paradoks me time yang malah bikin stres para wanita.
Tinggal di Rumah Kecil, Tapi Hatinya Lapang: Kisah Keluarga Urban yang Memilih Slow Living
Pindah ke Kota Kecil Bukan Kalah — Tren 'Slow Living Migration' yang Diam-Diam Mengubah Peta Urban Indonesia