Revenge Saving: Tren Menabung Ekstrem yang Viral, Solusi Cerdas atau Terlalu Berlebihan?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 22 April 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi Revenge Saving: Tren Menabung Ekstrem (Desain AI)
Ilustrasi Revenge Saving: Tren Menabung Ekstrem (Desain AI)

TITIKTEMU.CO - Di tengah tekanan ekonomi global dan gaya hidup yang makin dinamis, muncul tren baru dalam dunia finansial bernama revenge saving.

Istilah ini viral di media sosial dan banyak diadopsi generasi muda sebagai cara “balas dendam” terhadap kebiasaan boros di masa lalu.

Tapi, apakah tren ini benar-benar solusi keuangan yang sehat?

Baca Juga: Perjalanan Karier Nadin Amizah: Dari Cover Instagram hingga Rilis Album Selamat Ulang Tahunyang Viral

Apa Itu Revenge Saving?

Revenge saving adalah strategi menabung secara agresif atau bahkan ekstrem sebagai respons terhadap kondisi finansial yang tidak stabil atau pengalaman konsumtif sebelumnya. 

Berbeda dengan menabung biasa yang cenderung seimbang, revenge saving dilakukan dengan intensitas tinggi—bahkan bisa mencapai 30–50% dari penghasilan. 

Fenomena ini muncul sebagai kebalikan dari revenge spending, di mana orang sebelumnya cenderung boros setelah pandemi.

Kini, fokus bergeser ke stabilitas dan keamanan finansial jangka panjang. 

Baca Juga: Jemaah Haji Wajib Tahu! Arab Saudi Larang Bawa Kompor Gas ke Hotel Madinah Saat Musim Haji

Mengapa Revenge Saving Jadi Tren?

Ada beberapa alasan utama mengapa tren ini semakin populer:

  • Ketidakpastian ekonomi
  • Inflasi, biaya hidup tinggi, dan risiko kehilangan pekerjaan membuat banyak orang memilih menabung lebih agresif. 

Trauma finansial masa lalu

Pengalaman boros atau krisis keuangan memicu keinginan untuk “memperbaiki keadaan”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X