Kalau kamu merasa nyaris ke tahap quiet quitting, ini cara aman dan profesional:
- Tetapkan batas kerja (boundaries): no chat after 9 PM
- Perjelas ekspektasi kerja dengan atasan
- Atur prioritas dan manajemen waktu
- Rawat kesehatan mental
- Bangun rencana karier alternatif
- Tambah skill untuk plan B
Baca Juga: Risiko dan Peluang Take Over Kredit KPR untuk Pembeli dan Penjual
Kadang Diam Juga Bentuk Perlawanan
Quiet quitting adalah sinyal kuat bahwa ada yang salah dalam budaya kerja modern.
Tak bisa disalahkan sepenuhnya pada karyawan, karena ini reaksi alami terhadap kultur kerja yang toxic.
Namun pada akhirnya, pilihannya ada di tanganmu: diam bertahan, bicara memperbaiki keadaan, atau pergi mencari yang lebih baik.
Yang paling penting, jangan berhenti memperjuangkan masa depanmu—meski pelan, asal tetap jalan.***
Artikel Terkait
Syahganda: Kritik Hasan Nasbi ke Purbaya Salah Sasaran, Itu Sindir Prabowo!
Kasus Whoosh KCJB Disorot Tajam, KPK Bergerak Pelan tapi Pasti: Ada Apa di Balik Dugaan Mark-Up Fantastis?
Dipanggil ke Istana, Maruarar Sirait Beberkan Gebrakan Perumahan Rakyat: BPHTB Gratis, Bunga Tetap 5 Persen
Belanja Hemat Awal Bulan! Ini Katalog Promo Indomaret 30 Oktober–2 November 2025
Promo Alfamart 30 Oktober - 2 November 2025: Belanja Hemat Mulai Rp5 Ribuan, Banyak Diskon Menarik!
Drama Gelap Myawaddy: 26 WNI Pulang dari Neraka Online Scam di Myanmar
Belanja Hemat! Ini Katalog Promo Superindo 30 Oktober – 2 November 2025
Risiko dan Peluang Take Over Kredit KPR untuk Pembeli dan Penjual
Heboh Pertalite Bikin Motor Brebet: Salah BBM atau Ada Masalah Lain? Begini Respons Pemerintah!
Biaya Haji 2026 Turun, tapi Tetap Fantastis: Cuma Gimmick Angka?