Dengan suhu siang hari berkisar 20–26°C dan malam bisa turun hingga 15°C, Temanggung menawarkan kesejukan alami yang langka di Indonesia.
Polusi rendah, udara bersih, dan curah hujan sedang menjadikannya tempat yang ideal untuk menenangkan diri. Banyak orang menganggap tinggal di sini bisa memperpanjang usia karena kualitas hidup yang lebih sehat.
Baca Juga: Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?
Kota Pegunungan dan Wisata
Selain nyaman ditinggali, Temanggung juga punya daya tarik wisata yang memikat. Di ketinggian antara 800–3.000 mdpl, kota ini dikelilingi panorama indah dari Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.
Beberapa destinasi populer antara lain Wisata Alam Posong, Waduk Kledung, dan jalur pendakian gunung yang ramai dikunjungi wisatawan.
Selain sektor wisata, pertanian di Temanggung juga berkembang mulai dari tembakau, kopi, vanili, bawang putih, dan cengkeh telah menembus pasar ekspor.
Baca Juga: Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Tak Semua Sempurna
Meski menawarkan kenyamanan, bukan berarti hidup di Temanggung tanpa tantangan. Salah satu catatan penting adalah upah minimum regional (UMR) yang termasuk terendah di Jawa Tengah, yaitu Rp2.246.850.
Artinya, bagi yang belum pensiun dan masih ingin bekerja di sana, penghasilan mungkin tidak sebesar kota besar lain.
Selain itu, keterbatasan transportasi juga menjadi tantangan utama. Menurut warga Temanggung, angkutan umum di kawasan Kedu Raya, termasuk Temanggung, sangat terbatas.
Dengan begitu banyak orang bergantung pada kendaraan pribadi. Akibatnya, kemacetan tetap terjadi, terutama pada jam sibuk, meski tak separah di kota besar.
Fasilitas umum di Temanggung juga belum semaju kota besar. Toko dan tempat makan tutup lebih cepat, dan pusat perbelanjaan modern masih jarang.
Hal sederhana seperti mencari koran atau barang tertentu pun bisa jadi tantangan. Jadi, meski Temanggung cocok untuk hidup tenang, pastikan Anda siap dengan segala keterbatasannya.***
Artikel Terkait
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!
Slow Living vs Hustle Culture: Hidup Bukan Lomba Lari, Bro!
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan