Ini bukan alasan untuk hidup boros. Justru sebaliknya: uang perlu diperlakukan berdasarkan dampaknya.
Kopi Rp50 ribu sesekali bukan penyebab seseorang gagal kaya. Tetapi biaya hidup yang terus membesar sementara pendapatan berjalan di tempat jelas lebih sulit diatasi.
Mungkin sudah waktunya kita berhenti bertanya, “Berapa gelas kopi yang harus kamu korbankan agar kaya?”
Pertanyaan yang lebih serius adalah: “Kenapa biaya untuk menjalani hidup normal semakin mahal, dan bagaimana cara membuat pendapatan kita mengejarnya?”
Itu percakapan financial freedom yang jauh lebih menarik.***
Artikel Terkait
Dana Operasional Bea Cukai Ternyata Dipakai untuk Misi Intelijen Rahasia, Uangnya dari Mana?
Program MBG Disebut Bikin Negara “Boros” Rp10,5 Triliun Setahun, Kejagung Bongkar Hasil Audit BPKP
El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan
Toyota Alphard Polisi yang Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI Ini Ternyata Punya Masalah Lain: Pajak Menunggak Sejak 2023
Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?
Anak Pertama vs Anak Bungsu: Benarkah Orang Tua Punya Anak Favorit?
“Aku Introvert” Jadi Kalimat Andalan: Kenapa Semua Orang Mendadak Butuh Waktu Sendiri?