Financial Freedom Bukan Soal Berhenti Ngopi: Gen Z Bisa Miskin Karena Harga Rumah, Bukan Starbucks

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 Juli 2026 | 10:34 WIB

Kamu perlu tempat tinggal yang cukup dekat dengan kantor agar perjalanan tidak menghabiskan waktu. Kalau tempat tinggal lebih murah tetapi jauh, ongkos dan waktu perjalanan bisa meningkat.

Begitu juga kendaraan. Transportasi bukan selalu soal gaya hidup. Bagi sebagian pekerja, itu adalah alat produksi: tanpa kendaraan atau akses transportasi yang memadai, pekerjaan bahkan bisa sulit dipertahankan.

Baca Juga: Toyota Alphard Polisi yang Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI Ini Ternyata Punya Masalah Lain: Pajak Menunggak Sejak 2023

Jadi, menyuruh anak muda berhenti membeli kopi untuk mengejar financial freedom kadang terasa seperti menyuruh orang menghemat uang parkir ketika biaya sewanya sudah menghabiskan seperempat penghasilan.

Latte Factor Tetap Berguna, Tapi Jangan Dijadikan Kambing Hitam

Bukan berarti membeli kopi setiap hari tidak perlu diperhitungkan. Pengeluaran kecil yang berulang memang dapat menjadi besar jika dikumpulkan dalam setahun.

Namun, persoalannya adalah proporsi.

Baca Juga: Program MBG Disebut Bikin Negara “Boros” Rp10,5 Triliun Setahun, Kejagung Bongkar Hasil Audit BPKP

Menghemat Rp20 ribu dari kopi tentu berbeda dampaknya dengan mendapatkan tempat tinggal yang lebih murah, menurunkan biaya transportasi, atau meningkatkan pendapatan bulanan. Strategi finansial yang masuk akal seharusnya mengejar perubahan terbesar terlebih dahulu.

Dengan kata lain, jangan menghabiskan energi mengoptimalkan pengeluaran receh ketika pos terbesar dalam anggaran bahkan belum disentuh.

Financial Freedom Lebih Banyak Soal Income dan Struktur

Kalau targetnya benar-benar financial freedom, percakapan soal uang perlu naik kelas dari “jangan beli kopi” menjadi “bagaimana memperbesar ruang finansial?”

Baca Juga: Popularitas Prabowo Merosot, Benarkah Masalahnya Bukan Cuma Ekonomi?

Ada dua tuas utama: menekan biaya besar dan meningkatkan pendapatan.

Menekan biaya besar bisa berarti memilih lokasi tinggal yang lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, menegosiasikan biaya tertentu, atau menghindari utang konsumtif. Sementara peningkatan pendapatan bisa datang dari kenaikan gaji, perpindahan pekerjaan, bisnis sampingan, atau keterampilan yang punya nilai pasar lebih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X