Rupiah Terpuruk ke Rp17.730, Pasar Tahan Napas Menunggu Keputusan Bersejarah BI Rate

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 20 Mei 2026 | 11:35 WIB
Rupiah melemah ke Rp17.730 menjelang pengumuman BI Rate (Pinterest @akali_sat_thu)
Rupiah melemah ke Rp17.730 menjelang pengumuman BI Rate (Pinterest @akali_sat_thu)

TITIKTEMU.CO- Pagi ini, rupiah membuka perdagangan dengan wajah lesu. Nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat langsung tertekan ke level Rp17.730 per dolar—melemah 0,20% sejak bel pertama berbunyi.

Bukan angka yang menyenangkan, tapi bukan pula kejutan bagi mereka yang mengikuti dinamika pasar beberapa hari terakhir.

Sehari sebelumnya, Selasa (19/5/2026), rupiah sudah mencatat rekor yang tak ingin dirayakan: level penutupan terlemah sepanjang sejarah, yakni Rp17.695 per dolar, melemah 0,31% dalam sehari.

Angka itu bukan sekadar statistik—ia mencerminkan tekanan nyata yang sedang dirasakan perekonomian domestik.

Baca Juga: Dewan Pers Kecam Penangkapan Tiga Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Internasional

Di sisi lain, dolar AS justru makin percaya diri. Indeks DXY—ukuran kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia—naik tipis 0,07% ke angka 99,398 pada pukul 09.00 WIB. Kecil memang, tapi cukup untuk menambah beban rupiah yang sudah berat.

Satu Keputusan yang Ditunggu Semua Orang

Di balik angka-angka itu, ada satu momen yang benar-benar menjadi pusat perhatian pasar hari ini: pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait BI Rate, yang dijadwalkan siang ini.

Ini bukan rapat biasa. Berdasarkan polling CNBC Indonesia terhadap 15 lembaga keuangan dan institusi riset, mayoritas—sembilan di antaranya—memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dari 4,75% menjadi 5,00%.

Baca Juga: Siapa Kevin Gusnadi? Akun Instagram, Pekerjaan dan Profil Pria yang Diduga Dekat dengan Ayu Ting Ting

Enam lembaga lainnya masih meyakini BI akan memilih bertahan.

Kalau skenario kenaikan itu terwujud, ini akan menjadi momen bersejarah: kenaikan BI Rate pertama dalam dua tahun terakhir.

Kenaikan terakhir terjadi pada April 2024, ketika BI mengerek suku bunga dari 6,00% menjadi 6,25%.

Tekanan terhadap rupiah yang semakin intens, ditambah meningkatnya risiko dari luar negeri, membuat banyak analis menilai bahwa ruang BI untuk terus menahan suku bunga kian menyempit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X