Sementara CEO Aspect Bullion & Refinery, Darshan Desai, menambahkan bahwa penguatan dolar AS dan kebijakan hati-hati The Fed soal suku bunga turut memberi tekanan pada logam mulia ini.
Emas Masih Emas, Tapi Waktu Jadi Penentunya
Meskipun tren sementara terlihat menurun, emas tetap menyimpan daya tarik bagi investor yang berpikir panjang.
Bedanya, kini masyarakat lebih bijak: tak lagi tergesa membeli hanya karena “katanya harga lagi bagus.”
Emas memang tak selalu bersinar setiap hari, tapi mereka yang sabar tahu, justru di saat redup inilah peluang sebenarnya muncul.***
Artikel Terkait
2 Juta Data Bansos Dicoret: Efisiensi Bantuan atau Alarm Salah Sasaran?
Stoic di Era Overthinking: Seni Tenang di Tengah Kekacauan Digital
Abadi Nan Jaya Tembus 10 Top Netflix Global, Ditonton 11 Juta Kali, Apa Menariknya Film Ini?
Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Busan: Awal Baru Redakan Ketegangan Perang Dagang AS–China
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sidak SPBU Pertamina di Malang: Pastikan Kualitas BBM Sesuai Standar
BGN Tetapkan Batas Layanan Harian Program Makan Bergizi Gratis: Maksimal 2.500 Porsi per SPPG
Direktur Mecimapro Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Dana Konser TWICE, Berkas Sudah di Kejaksaan
Healing, Journaling, dan Kopi Senja: Ritual Tenang Anak Muda di Tengah Hidup yang Bising
Antara Realita dan Stoisisme: Bisakah Tenang Benar-Benar Dibeli dengan Self-Care?
Polisi Diduga Lakukan Catcalling di Melawai, Polda Metro Jaya Beri Sanksi Disiplin dan Lakukan Pemeriksaan Internal