“Buat saya, masih mahal. Jadi sabar aja dulu,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Yuda (35), warga Jakarta Pusat, yang baru menjual sebagian emasnya dua minggu lalu ketika harga masih tinggi.
Kini ia memilih bersikap hati-hati. “Kemarin sempat jual pas harga di atas Rp2,4 juta. Sekarang turun, tapi saya enggak langsung beli lagi. Takutnya nanti malah turun terus,” ucapnya.
Menurut Yuda, teman-temannya di kantor juga melakukan hal yang sama. “Kebanyakan nunggu stabil dulu. Soalnya harga emas ini cepat banget berubah,” tambahnya.
Baca Juga: Stoic di Era Overthinking: Seni Tenang di Tengah Kekacauan Digital
Antara Insting dan Investasi
Meski banyak yang menahan diri, emas tetap dianggap sebagai investasi jangka panjang yang aman. Yuda pun tak menyangkal hal itu.
“Kalau untuk jangka panjang sih tetap bagus, cuma sekarang waktunya belum pas,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan sisi lain masyarakat: mereka makin rasional dan tak lagi sekadar mengikuti tren FOMO (fear of missing out).
Ada kesadaran baru bahwa investasi bukan soal cepat untung, tapi soal waktu yang tepat.
Baca Juga: 2 Juta Data Bansos Dicoret: Efisiensi Bantuan atau Alarm Salah Sasaran?
Tekanan Global dan Dolar yang Perkasa
Secara global, penurunan harga emas terjadi karena aksi ambil untung setelah harga dunia naik selama sembilan pekan berturut-turut.
Optimisme terhadap potensi kesepakatan dagang AS–China mendorong investor berpaling ke aset berisiko seperti saham.
Analis Axis Securities, Deveya Gaglani, menilai bahwa tanpa ketidakpastian baru di dunia, harga emas akan sulit melonjak tajam.
Artikel Terkait
2 Juta Data Bansos Dicoret: Efisiensi Bantuan atau Alarm Salah Sasaran?
Stoic di Era Overthinking: Seni Tenang di Tengah Kekacauan Digital
Abadi Nan Jaya Tembus 10 Top Netflix Global, Ditonton 11 Juta Kali, Apa Menariknya Film Ini?
Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Busan: Awal Baru Redakan Ketegangan Perang Dagang AS–China
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sidak SPBU Pertamina di Malang: Pastikan Kualitas BBM Sesuai Standar
BGN Tetapkan Batas Layanan Harian Program Makan Bergizi Gratis: Maksimal 2.500 Porsi per SPPG
Direktur Mecimapro Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Dana Konser TWICE, Berkas Sudah di Kejaksaan
Healing, Journaling, dan Kopi Senja: Ritual Tenang Anak Muda di Tengah Hidup yang Bising
Antara Realita dan Stoisisme: Bisakah Tenang Benar-Benar Dibeli dengan Self-Care?
Polisi Diduga Lakukan Catcalling di Melawai, Polda Metro Jaya Beri Sanksi Disiplin dan Lakukan Pemeriksaan Internal