Pencarian Penulis Gin Teguh Di Dumai Riau Mengantarkan Pada Dua Novel Lingkungan

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Selasa, 31 Desember 2024 | 15:30 WIB
 Penulis Gin Teguh yang terlahir dengan nama lengkap Ginanjar Teguh Iman bersama salah seorang narasumbernya di Dumai (Istimewa)
Penulis Gin Teguh yang terlahir dengan nama lengkap Ginanjar Teguh Iman bersama salah seorang narasumbernya di Dumai (Istimewa)

TITIKTEMU.CO,  Penulis Gin Teguh terlahir dengan nama lengkap Ginanjar Teguh Iman. Penulis Indonesia asal Magelang  yang melahirkan novel dan cerita-cerita pendek. Karena memiliki latar belakang pendidikan keguruan membuatnya aktif menulis buku-buku anak.

Di luar kepenulisan buku, Gin Teguh adalah penulis skenario dan sutradara film. Dua film pendek terakhir yang ditulis dan disutradarainya bertema anak-anak, yang mendapatkan dukungan pendanaan dari kompetisi produksi film yang diselenggarakan oleh Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbud serta Europe on Screen

Dalam dunia kepenulisan buku anak, Gin Teguh beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam lokakarya. Termasuk menjadi salah satu penulis Gerakan Literasi Nasional  yang diselenggarakan  Badan Bahasa Kemendikbud di tahun 2022 dan 2024. Dengan banyaknya karya membawa  kesempatan menjadi  sebagai salah satu dari 25 Penulis Terpilih Residensi Buku Anak di Daerah 3T.

Gin Teguh semula memiliki ekspektasi tinggi terhadap daerah yang menjadi tujuan residensi dan berharap mendapatkan daerah yang cukup terpencil atau terluar. Namun, rupanya ia  mendapatkan lokus di  Dumai, provinsi Riau.

Baca Juga: Gusti Trisno Menjadikan Menulis Sebagai Wadah Komunikasi Padamulanya

Namun alangkah terkejutnya ketika sampai di Dumai,  Gin udah disambut kepadatan lalu lintas dan pusat perbelanjaan, bahkan mall lengkap dengan studio besar pemutaran film.

" Jujur, itu membuat saya tidak memiliki bayangan sama sekali tentang cerita apa yang akan saya tulis. Akan tetapi, saya percaya betul bahwa pasti akan menemukan cerita, " kata Gin.

Namun pengalaman selama di sana sebenarnya tidak terlalu bagaimana. Semua berjalan terasa  biasa saja. Tidak banyak hal yang ditemui Gin. Bahkan, beberapa pihak yang dikenalkan kepada saya sepertinya tidak terlalu membantu.

" Jelaslah itu sedikit membuat khawatir, mengingat kawan-kawan residensi lainnya sudah berbagi kisah dan tempat-tempat yang menarik. Sedangkan saya, masih berkutat dengan mencari narasumber atau tempat yang sebaiknya saya kunjungi," tutur Gin.

Gin pun mencoba menyerahkan pada semesta , mengikuti alur, dan berupaya menikmati hari-hari di sana. Sembari secara tipis-tipis mulai mengumpulkan bahan-bahan untuk kerangka cerita dari beberapa hari bertemu dengan orang-orang yang sebenarnya cukup acak.

Dari hari-hari yang kurang berkesan, Gin lalu mencoba menggali lebih dalam tentang Dumai dengan mencari sudut pandang lain, hingga bertemulah tema dan cerita apa yang  mau kembangkan. Sebenarnya Gin cukup kaget, karena akhirnya cerita yang ditulis adalah cerita yang di awal-awal memang ingin ditulisnya.

Baca Juga: Penulis Purwokerto Evi Z Indriani Kagum Dengan Orang Maluku Yang Mempunyai Toleransi Tinggi

Dumai, yang lekat dengan pesisir dan hutan pedalaman, membuatnya  riset-riset awal mengarahkan novel  tentang hutan pedalaman dengan suku Sakai, dan tentang pesisir dengan suku Akit. Namun, setelah berhari-hari tidak menemukan titik terang, dan narasumber yang makin jauh dari bayangan, Gin sempat kebingungan karena sepertinya harus mencari cerita lain.

Hingga pada satu hari, semesta mengantarkan Gin  kembali pada cerita awal, meski untuk pesisir, Gin terpaksa mengubah latar belakang sukunya yang dari suku Akit menjadi suku Melayu.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X