• Senin, 5 Desember 2022

Khutbah Jumat : Maulid Nabi 12 Rabiul Awal, Meneladani Kisah Kelahiran Muhammad

- Kamis, 29 September 2022 | 21:56 WIB
Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Ilustrasi kaligrafi (freepik)
Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Ilustrasi kaligrafi (freepik)

TITIKTEMU.CO - Bulan Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriah, tepatnya setelah bulan Safar dan sebelum Rabiul Akhir.

Rabiul Awal menjadi salah satu bulan yang dimuliakan umat Islam karena bertepatan dengan sejumlah peristiwa penting. Bertepatan dengan bulan ini pula, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam (SAW) lahir membawa ajaran Islam dari Allah SWT bagi seluruh umat manusia.

Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awal, Tahun Gajah. Tahun dimana pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah Habasyah ingin merobohkan Ka’bah yang diperkirakan terjadi pada 12 Rabiul Awal.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Vietnam. Paduan Modernitas dan Sejarah. No. 1 Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia

Peringatan Maulid Nabi memang tidak diperintahkan secara khusus, baik oleh Al-Qur’an maupun Hadits.

Dilansir titiktemu.co dari laman NU Online, teks lengkap khutbah ini menjelaskan tentang meneladani kisah kelahiran Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam atau yang sering disebut Maulid Nabi. Dalam Surat Adh-Dhuha dari ayat ke-3 hingga ayat 7, terekam kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad yang ditulis oleh Muhammad Ishom.

Khutbah I
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal kita memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang sering disebut Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi memang tidak diperintahkan secara khusus, baik oleh Al-Qur’an maupun Hadits.

Baca Juga: Kumpulan surat yang disunahkan dibaca saat Sholat hari Jumat. Yuk, amalkan untuk mendapatkan keutamaannya!

Peringatan ini baru diadakan untuk pertama kali ratusan tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yakni pada abad ke-7 hijriah di wilayah Irak sekarang atas perintah Raja Irbil bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri.

Halaman:

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X