TITIKTEMU.CO - KUALA LUMPUR Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra meninggal dunia pasca dirawat di Kuala Lumpur karena Covid-10. Prof Azyumardi Azra meninggal pada Minggu 19 September 2022. Hal ini selaras dengan pernyataan Nurjaman Muchtar, salah satu tokoh Persatuan Wartawan Indonesia Pusat.
"Innaa lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah meninggal Prof Dr Azyumardi Azra, CBE. Semoga beliau khusnul khotimah, ditempatkan di kalangan orang berilmu dan mujahid di sisi Allah. Amin," tulisnya dalam pesan singkat.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini Profil Prof Azyumardi Azra yang meninggal dunia di Kuala Lumpur karena Covid-19.
Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, m. Phil., M.A., CBE merupakan cendekiawan muslim yang pernah menjadi Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 hingga 2006. Ketua Dewan Pers ini memperoleh titel Commander of the Order of British Empire yang merupakan gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris. Azyumardi Azra menjadi Sir pertama dari Indonesia.
Baca Juga: Dirawat Di Malaysia Karena Covid-19, Ini Kabar Terbaru Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi
Prof Azyumardi Azra pernah menjadi wartawan Panji masyarakat pada 1979 hingga 1985. Prof Azyumardi merupakan lulusan Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta tahun 1982. Ia juga mendapatkan beasiswa Fulbright untuk melanjutkan pendidikan di Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University 1988 gelar Master of Art
Tak hanya itu, Prof Azyumardi Azra juga memenangkan Beasiswa Columbia President Fellowship dari Columbia University pada 1989 di Departemen Sejarah. Kemudian pada 1992, ia memperoleh gelar Master of Philosophy.
Selanjutnya pada 1993, Azyumardi mendirikan dan memimpin redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal studi Islam asal Indonesia.berikutnya tahun 1994 hingga 1995, Azyumardi mengunjungi Southeast Asian Studies di Oxford Centre for Islamic Studies, Oxford University sembari mengajar di St. Anthony College.
Baca Juga: Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal Dunia di Malaysia
Pasa 1997 dan 1999, Prof Azyumardi Azra merupakan anggota Selection Committee of Southeast Asian Regional Exchange Program yang terorganisir oleh Toyota Foundation and Japan Center, Tokyo, Kapan. Kemudian pada Desember 2006, ia menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Prof Azyumardi juga memperoleh Doctor of Philosophy Degree dengan desertasi yang berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama the Seventeenth and Eighteenth Centuries.
Kemudian pada 2004, disertasi tersebut telah direvisi dan terbit di Canberra yakni Allen Unwin dan AAAS, Honolulu oleh Hawaii University Press, dan Leiden, Belanda KITLV Press. Sebelumnya, sejak 1998 hingga 2006, Prof Azyumardi Azra menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Fakultas Adab dan Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah dari 1992 hingga sekarang, Guru Besar Sejarah Fakultas Adab IAIN Jakarta, dan Pembantu Rektor I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Baca Juga: Jadwal Padat, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Hadiri Undangan Di Malaysia
Prof Azra merupakan orang Asia Tenggara pertama yang diangkat menjadi Profesor Fellow Universitas Melbourne, Australia pada 2004 hingga 2009. Ia juga diangkat sebagai Dewan Penyantun International Islamic University Islamabad Pakistan pada 2004 hingga 2009. Jabatan terakhirnya yakni sebagai Ketua Dewan Pers 2022 hingga 2025.
Artikel Terkait
Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit, Kini Jalani Pemeriksaan Di Malaysia
Jadwal Padat, Ketua Dewan Pers Jatuh Sakit Saat Hadiri Undangan Di Malaysia
Dirawat Di Malaysia Karena Covid-19, Ini Kabar Terbaru Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal Dunia di Malaysia